Desa Bendo Masuk 10 Besar se Jatim Lomba Video Kreatif

21058

SuaraBanyuurip.comArifin Jauhari

Bojonegoro – Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, salah satu peserta dari 38 peserta lomba konten video kreatif yang berhasil masuk nominasi 10 besar terbaik se Jawa Timur (Jatim) dalam lomba video kreatif bertema usaha ekonomi pedesaan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  (DPMD) Provinsi Jawa Timur.

Konten video kreatif yang dikirim tim konten kreator video Desa Bendo, selain dapat mengungguli peserta lomba dari kabupaten lain di Jatim, juga mengungguli tiga video kreatif dari peserta se daerahnya.

Dalam lomba ini, Bojonegoro mengirimkan empat konten video kreatif. Masing-masing dari Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Desa Rendeng, Kecamatan Malo, Desa Pilangggede, Kecamatan Balen, dan Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro.

Dari keempat peserta asal Bojonegoro tersebut hanya video kreatif Desa Bendo yang berhasil masuk nominasi. Videonya bisa ditonton via youtube dengan kata kunci #1 – 2020 Video Kreatif Desa Bendo Bojonegoro.

Anggota tim pembuat konten video kreatif Desa Bendo, Noto Susilo, menerangkan, dalam membuat konten video dilakukan secara kerjasama tim. Dimana masing-masing tim memiliki tugas sendiri sendiri. Yakni, ia sendiri bertugas sebagai penulis naskah dibantu oleh Onny Syahrulimpo.

Baca Juga :   Massa PDIP Tuban Demo BBM

Kemudian Teguh Wahyudi sebagai pengambil gambar, lalu cinematografi dilakukan oleh Ahmad Solehudin. Sedangkan bertindak sebagai editor ditangani juga oleh Teguh Wahyudi.

“Konten video ini berisi dua UMKM yang ada di Desa Bendo. Pertama tentang handcraft  bunga-bungaan berbahan stocking. Kedua seni kerajinan tangan berbahan kayu (artwood) serta fotowood, yaitu semacam print foto dengan menggunakan kayu sebagai medianya,” kata Nonot, sapaan karib Noto Susilo, kepada Suarabanyuurip.com.

Dari 58 peserta lomba, hanya 8 kabupaten yang lolos nominasi 10 besar. Yakni Bojonegoro dari Desa Bendo. Kemudian Lumajang, Gresik, Kota Batu, Banyuwangi, Tulungagung, Kediri dan Pasuruan.

“Untuk Lumajang dan Banyuwangi, dua peserta yang lolos, Mas,” tandasnya.

Pihaknya berharap dalam penilaian akhir nanti dapat nilai yang terbaik sehingga mampu menyabet juara satu, atau juara favorit.

“Dengan demikian Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di desa kami semakin berkembang, sehingga meningkatkan perekonomian di desa Bendo”, tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa (Kades) Bendo, Bambang Caroko, mengaku, bangga dengan kreatifitas para pemuda di desanya. Sehingga mampu masuk 10 besar se Jatim.

Baca Juga :   Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Tunggu Putusan MK Bisa Langgar Undang-undang, DPR RI Jelaskan Dasar Aturannya

Pihaknya memberi support penuh, dan sangat mengapresiasi pencapaian ini. Meski tanpa dikomando mereka tetap semangat untuk ikut berusaha memajukan desanya.

“Mudah-mudahan usai penjurian lapangan dari panitia lomba DPMD Provinsi kemarin, kita bisa lolos menjadi pemenangnya. Kita tunggu saja pengumumannya dua minggu ke depan,” ucapnya.

Sementara Kepala DPMD Bojonegoro, M. Machmuddin, tentu mengapresiasi atas apa yang telah dicapai oleh warga Desa Bendo.

“BUMDes Bendo memang salah satu BUMDes di Bojonegoro yang kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha BUMDesnya,” jelas Machmuddin kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (01/10/2020).

“Semoga dengan tercapainya 10 besar se Jatim ini bisa menjadi yang terbaik di Jatim dan menjadi modal untuk terus berkreasi, serta mengembangkan usahanya,” pungkas mantan Camat Ngasem ini.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *