SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Selama sehari penuh, manajemen Rumah Sakit Nadhatul Ulama’ (RSNU) Tuban, Jawa Timur, menularkan semangat pejuang wanita Indonesia, Kartini ke semua pasiennya. Melalui bagi-bagi souvenir, pasien diminta untuk semangat menjalani pengobatannya.
“Semua penyakit dapat disembuhkan karena habis gelap pasti terbitlah terang,” ujar ketua panitia perayaan hari Kartini RSNU Tuban, Mahendra Ningtyas, kepada suarabamyuurip.com, setelah bagi-bagi souvenir, Kamis (20/4/2017).
Perempuan berperawakan tinggi ini, mengaku, bangga sebagai perempuan dia dapat melayani orang sakit dari Tuban maupun luar Kabupaten Tuban. Meskipun mengenakan kebaya/pakaian adat jawa, dipastikan tidak akan mengurangi kecepatan dalam pelayanan.
Tak hanya perawat saja yang mengenakan pakaian jawa, tapi mulai direktur bahkan security rumah sakit. Komitmen ini untuk mengenang jasa pahlawan emansipasi wanita Indonesia, yang telah mencerdaskan perempuan hingga saat ini.
Tyas sapaan akrabnya, juga meminta semua karyawan dan pasien RSNU untuk tidak melupakan siapa itu Kartini. Perempuan yang memiliki nama lain Raden Ayu Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879 dan meninggal tanggal 17 September 1904 di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
“Khusus perempuan jangan hanya pasrah, tapi harus bergerak melanjutkan perjuangan Kartini,” jelasnya menyerukan.
Meskipun hanya bagi-bagi 350 souvenir, tapi semua pasien sangat senang menerimanya. Salah satunya pasien asal Kecamatan Bangilan, Sunah (50) yang menjalani pengobatan penyakit Hernia.
“Terimakasih atas souvenirnya di moment Kartini ini, semoga apa yang dicita-citakan RSNU terkabul,” sergahnya.
Perempuan usia lanjut ini tak bisa berkata panjang lebar, hanya mata berkaca-kaca dan senyum yang diberikan kepada perawatnya.
Acara perayaan Kartini sederhana ini, sudah dilakukan sejak tahun 2010 setahun setelah RSNU Tuban diresmikan pada tahun 2009. Kali ini karyawan juga menggelar berbagai lomba untuk mengakrabkan diantaranya lomba baca puisi bahasa jawa, lomba kuis membawa berkah, dan lomba foto Wefie.
“Semua lomba diikuti seluruh staf rumag sakit,” pungkas Tyas. (Aim)