PEPC Dukung Bojonegoro Bebas ODF

sosialisasi di dolokgede

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC), terus upaya berkontribusi terhadap masyarakat desa sekitar wilayah operasinya. Salah satunya mendukung untuk terealisasinya Bojonegoro, Jawa Timur, bebas Open Defecation Free (ODF). Dengan melaksanakan Program Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Akses Sanitasi pada tahun 2017 ini.

PGA PEPC, Edi Arto, mengatakan, program kemasyarakatan berupa bantuan pembangunan jamban di desa wilayah operasi itu telah mulai disosialisasikan ke desa desa penerima program sejak Jumat, 21 April 2017 kemarin di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, dan sosialisasi kedua pada hari Sabtu (22/4/2017) ini dilaksanakan di Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

“Program ini merupakan program kemasyarakatan dari PEPC yang telah disetujui oleh Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), sebagai wujud perusahaan dalam berkontribusi untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasi PEPC,” kata PGA PEPC, Edi Arto pada sosilaisasi program.

Baca Juga :   Masuk Gelombang Kedua, Vaksinisasi di Bojonegoro Dilakukan Februari

Sejumlah 260 unit jamban dibantukan di empat desa jalur operasi proyek J-TB. Yakni  Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem, Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, Desa Pelem dan Kaliombo, Kecamatan Purwosari.

“Program ini sangat membantu desa kami untuk segera tercapainya bebas ODF,” ucap Kepala Desa (Kades) Dolokgede, Nunuk Sri Rahayu, dalam sambutanya pada sosilaisasi program yang dilaksankan di Balaidesa Dolokgede pada Sabtu, 22 April 2017.

“Bantuan pembangunan jamban ini sangat membantu beban dana desa kami dalam mengalokasikan pembangunan jamban menuju bebas ODF,” tutur Kades Bandungrejo, Sapani, dalam kesempatan sosilaisasi yang menghadirkan para kepala keluarga penerima program, pemerintah desa dan perwakilan petugas kesehatan setempat.

Seusai sosialisasi langsung dilaksanakan survei ke rumah-rumah calon penerima program jamban dengan di dampingi petugas dari desa untuk penentuan lokasi pembangunan jamban. Pembangunan jamban sendiri akan dilaksanakan oleh pendamping program bersama warga setempat. Sehingga dalam waktu empat bulan mendatang pembangunan jamban diharapkan dapat terselesaikan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Baca Juga :   Pastikan Warga Terindikasi Covid-19 Varian India, Pimpinan DPRD Sidak RSUD Bojonegoro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *