Tuding Api Flare Mudi Dikecilkan

Wartono

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Warga Dukuh Sarirejo, Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Wartono (41) menuding pihak Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ) sengaja mengecilkan api flare saat tim pemantauan terbatas sedang bekerja. Sebab biasanya api flare lebih besar, dan bahkan suaranya membuat kaca jendela bergetar.

“Dugaan saya flare itu pasti dikecilkan oleh pihak internal perusahaan,” ujar Wartono, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di kediamannya, Selasa (25/4/2017).

Pria yang rumahnya berjarak 50 meter dari pusat flare itu menilai, pihak JOB P-PEJ tidak fire soal pemantauan terbatas yang dilakukan oleh sembilan orang selama empat hari berturut-turut. Kecilnya flare dirasakannya sejak tim tiba di depan rumahnya pagi hari.

Selama ini besaran api flare memang berubah-ubah. Semakin besar apinya maka semakin besar pula dampak, bising dan getarannya.

“Kalau besar bisa sampai getar kaca jendela rumah,” imbuhnya.

Hal senada diakui oleh warga setempat Hermin. Ibu anak satu ini hanya merasakan bising setiap hari dari api flare produksi Migas di CPA Mudi.

Baca Juga :   PEPC Akan Cek Administrasi Lahan J-TB

“Dibanding siang kebisingan lebih terasa malam hari,” terangnya.

Menanggapi tudingan dari warga ring 1 Mudi, Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, tidak terima akan hal tersebut. Menurut tim operasi tidak mungkin dan berbahaya buat produksi terus memang tidak ada.

“Mohon konfirmasi dari siapa berita tersebut,” sergahnya.

Apabila warga tidak puas dengan kondisi api flare saat ini, dipersilahkan cek operasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban di CPA.

Diketahui, pemantauan terbatas dampak flare dilakukan empat hari mulai tanggal 25-28 April 2017. Sesuai peta pemantauan, 24 titik terbentang tegak lurus yang berpusat di pusat flare CPA Mudi. Antara satu titik dengan yang lain berjarak 50 meter.

Titik pantau ke arah utara nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6. Ke arah Barat nomor 7, 8, 9, 10, 11, dan 12. Sedangkan ke arah selatan nomor 13, 14, 15, 16, 17, dan 18. Pantauan ke arah Timur titik 19, 20, 21, 22, 23, dan 24. (aim)

Baca Juga :   Tambang Pedel di Bojonegoro Belum Termanfaatkan

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *