SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Rendahnya partisipasi pemilih pada Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Tuban pada akhir 2015 lalu, menjadi catatan merah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Timur. Mengantisipasi hal serupa terulang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur tahun 2018 mendatang, KPU Jawa Timur langsung meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) Lontar KPU Tuban.
“Pada Pemilihan Bupati Tuban tahun 2015 lalu partisipasi pemilih di Tuban paling rendah dibandingkan dengan kabupaten lain di Provinsi Jawa Timur,” ujar Komisioner KPU Jawa Timur, Gogot Cahyo Baskoro, dalam peresmian Rumah Pintar Pemilu (RPP) Lontar KPU Tuban, Kamis (27/4/2017).
Catatan yang dipegang mantan anggota KPU Jember ini, partisipasi pemilih atau masyarakat yang menggunakan hak pilihnya di Tuban hanya sebesar 52 persen dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) 936.768 pemilih.
Untuk mencegah tidak terulang kembali, KPU Jawa Timur langsung meresmikan RPP Lontar. Diharapkan mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu yang akan datang di Kabupaten Tuban.
RPP yang didirikan KPU Tuban ini merupakan yang ke 26 dari 38 KPU kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Sekretaris PWI Jember ini berharap RPP Lontar bisa menjadi edukasi bagi masyarakat.
“Semoga kedepan bisa menjadikan pemilih itu lebih cerdas dan objektif,” jelas ayah dari Cleon dan Tesla ini.
Menyikapi hal ini, Ketua KPU Kabupaten Tuban, Kasmuri menjelaskan, RPP merupakan fasilitas pendidikan pemilu yang dirancang sebagai pusat edukasi kepemiluan untuk masyarakat. Adanya RPP diharapkan dapat membantu masyarakat dengan mudah, untuk memahami mekanisme kepemiluan.
Dalam RPP ini ada ruang simulasi TPS, ruang display dan audio visual, ruang diskusi dan center, dan mini library. Tujuannya RPP ini dapat digunakan sebagai pusat pendidikan kepemiluan, dan destinasi wisata dalam berdemokrasi.
Lebih dari itu, sebagai pusat pegiat pemilu dalam berdiskusi atau lokakarya dalam menelurkan ide-ide baru untuk pembaharuan syistem pemilu. RPP Lontar ini melayani kunjungan untuk pelajar, mahasiswa, dan umum pada setiap hari kerja mulai pukul 08.30 WIB – 15.30 WIB.
“Tanpa dipungut biaya sedikitpun alias gratis,” terangnya.(aim)