Depak Stupa, Gandeng Petro Kelola Blok Malo

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) mengklaim proses pengelolaan Blok Malo sudah berjalan selama dua bulan terakhir. Pengelolaan dilakukan setelah perusahaan plat merah itu memutus kontrak PT Stupa Mahya Tama pada Februari 2017 lalu.

“Kemudian kami menggandeng PT Petro Bersama Abadi,” kata Direktur Operasional PT BBS, Tonny Ade Irawan, saat hearing dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Selasa (2/5/2017).

Dia menyatakan, PT Petro Bersama Abadi telah membayar sebesar Rp2,5 miliar dari total Rp7,5 miliar untuk pembayaran biaya peluang atau opportunity cost payment (OCP) kepada tim KSO Pertamina.

“Saat ini kami sedang membicarakan dengan Pertamina EP bagaimana pembayaran untuk sisanya,” tandasnya. 

Pihaknya berharap segera menyelesaikan sisa pembayaran ini dan pengelolaan di Blok Malo segera berjalan. 

Untuk diketahui, sejak 2015 lalu PT BBS berencana akan mengelola Blok Malo seluas 35 kilometer persegi. Sedangkan untuk melakukan pengeboran akan menyewa peralatan canggih dengan kemampuan mengebor sedalam 2000 meter.

Baca Juga :   Bojonegoro Terima DBH PBB Migas 2025 Sebesar Rp954,73 Miliar

Masing-masing sumur yang akan dikelola BBS dapat menelan biaya hingga Rp13 miliar dengan kandungan minyak berkisar 1000-1500 barel perhari.(rien) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *