SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kepolisian Resor (Polres) Blora, Jawa Tengah,  bakal melakukan opeasi penyakit masyarakat (Pekat) menjelang datangnya ramadan. Sebagai langkah awal, korsp baju coklat itu melakukan pendekatan kepada para Pekerja Seks Komersial (PSK) di sejumlah lokalisasi di wilayahnya.Â
Salah satu sasarannya adalah PSK serta mucikari di lokalisasi Mbah Ngasim  Desa Tinapan, Kecamatan Todanan. Di tempat ini petugas memberikan pembinaan, Selasa (2/5/2017) kemarin.Â
Pembinaan ini bertujuan agar mereka tidak menjajakan diri dan kembali ke masyarakat dengan bekal keterampilan yang akan diberikan Dinas Sosial Kabupaten Blora.
Selama dalam proses pembinaan tersebut, pihak kepolisian memberikan materi, antara lain tentang bimbingan rohani, penegakan aturan dan hukum terhadap tindak asusila, serta aturan bermasyarkat saat mereka telah kembali pulang ke daerah asal.Â
Pembinaan tersebut merupakan pendekatan emosional dan spritual. Diharapkan setelah ini para PSK segera insyaf , sehingga praktik prostitusi tidak meluas.
“Program sentuhan hati inilah yang akan saya kedepankan untuk memberikan penyuluhan baik untuk mencegah kenakalan remaja, premanisme dan praktek prostitusi serta sebagai upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Blora,†tandas Wakil Kepala Polres Blora, Kompol Indriyanto Dian Purnomo kepada suarabanyuurip.com, Rabu (3/5/2017).(ams)