SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Kabar adanya rencana bagi- bagi pekerjaan proyek GPF J-TB tanpa lelang memantik reaksi Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dalam waktu dekat segera memanggil operator proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) dan kontraktor pemenang tender Engineering, Procurement, and Constructions (EPC) Gas Processing Facilities (GPF) PT Rekayasa Industri- PT Japan Gas Corporation (Rekind-JGC).
Undangan tersebut untuk memperjelas kabar terkait adanya email kepada beberapa pihak berisi rencana pembagian pekerjaan baik skala kecil maupun besar. Meski proyek GPF J-TB belum mulai dikerjakan.
“Kemauannya PT Rekind-JGC ini, membagikan proyek tanpa lelang kepada kontraktor lokal,” ujar Sigit Kusharianto kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (3/5/2017).
Oleh sebab itu, pihaknya akan meminta PEPC agar menghentikan atau tidak melanjutkan rencana kontraktornya tersebut. Karena, peluang membagi-bagikan proyek kepada kontraktor lokal memang bisa dilakukan selama memenuhi persyaratan yang dikehendaki.
“Jadi, PT Rekind-JGC ini bisa saja memberikan pekerjaan tanpa harus dilelang,” tegasnya.
Sigit menyatakan, apabila PT Rekind-JGC ini memberikan pekerjaan dengan baik dan benar kepada masyarakat lokal, pasti dampaknya positif. Tapi, apabila ternyata sudah membawa sub kontraktor dari Jakarta kemudian baru membagi pekerjaan kepada masyarakat lokal, akan terjadi masalah.
“Kita mintanya sub kontraktor harus dari Bojonegoro, dan lelang dilakukan secara fair. Tidak langsung dibagi-bagi,” tukasnya.
Yang ditakutkan apabila hal itu terjadi, maka kejadian di Lapangan Banyuurip, Blok Cepu akan terulang kembali. Banyak kontraktor lokal akhirnya buntung karena invoice tidak terbayarkan karena banyak sub kontraktor ataupun vendor yang berasal dari Jakarta.
“Kita juga minta keterlibatan kontraktor lokal dituangkan dalam kontrak kerjasama PEPC dengan PT Rekind-JGC,” pungkasnya.
Sementara itu, Suarabanyuurip berusaha mendapatkan konfirmasi dari PT Rekind tapi belum mendapat tanggapan hingga saat ini. Pesan pendek yang dikirimkan atas nama Zaenal belum ada balasan, begitu pula sambungan telephone.(rien)