SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Buruh Migas yang tergabung di Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan aksi mogok kerja total, Kamis (4/5/2017). Hal itu dilakukan sebagai pernyataan sikap atas permasalahan yang tidak pernah ada penyelesaian di lingkup Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina – PT Geo Cepu Indonesia (GCI).
“Kami menyatakan sikap keras terkait belum terselesaikannya Hak Normatif maupun Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak yang dilakukan PT GCI melalui perusahaan jasa penunjangnya,†ujar ketua SPKP Cepu, Agung Pudjo Susilo, kepada suarabanyuurip.com. Â
Terlebih, sampai saat ini upah buruh juga belum diberikan oleh dua Vendor, yaitu PT Nusa bakti Wirtama dan PT Centra Indo Teknik. “Untuk dua vendor lain yaitu PT Caraka Perdana dan PT TIrta Patra Dinamika sudah meberikan gaji kepada karyawan, namun sebagian belum menerima,†jelasnya.
Menurutnya, langkah dan upaya mediasi maupun audiensi selalu dikedepankan. “Namun perusahaan tidak pernah ada penyelesaian,†terangnya.
Mengacu pada situasi dan kondisi yang sudah tidak kondusif, pihaknya menyatakan sikap mogok kerja total. “Kita mulai mogok kerja pukul 13.00 WIB, dengan titik kumpul pada masing-masing basis SPKP Cepu,†jelasnya.
Die menandaskan, aksi mogok kerja itu akan tetap berlangsung sampai dengan adanya penyelesaian yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara tertulis. Pudjo tidak memungkiri, jika dalam aksi yang dilakukan itu akan berpengaruh pada produksi PT GCI.
“Produksi otomatis akan terpengaruh,†teranganya.
Dalam aksi tersebut, pihaknya mengirimkan surat kepada masing-masing vendor yang ditembuskan kepada Disperinaker Blora, HRD Field Manager PT GCI, kepala HRD Field Manager Pertamina Asset 4 Cepu, serta Federasi Serikat Buruh Migas-KASBI. (ams)