SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Sampai akhir bulan April 2017, baru 2.300 petani yang mendaftar program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kemenpan RI) Padahal secara keseluruhan petani di Tuban mencapai 205 orang menyebar di 20 kecamatan.
“Kami harapkan bulan ini bertambah dan kartu dapat segera diberikan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Tuban, Murtadji, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (5/5/2017).
Saat ini timnya sedang melakukan finishing pendataan petani yang ikut AUTP. Hal ini karena Pemerintah pusat menargetkan kartu ini dapat diluncurkan akhir bulan ini.
Setelah pertemuan bersama 160 petugas penyuluh dan UPTD Pertanian di waktu yang lalu, mereka komitmen menyelesaikannya dalam sepekan kedepan. Apabila komitmen ini meleset, dampaknya peluncuran kartu tani molor.
Sebagaimana instruksi Bupati Tuban, Fathul Huda beberapa waktu lalu, semua petani di wilayahnya wajib ikut AUTP. Upaya ini untuk melindungi usaha tani dalam bentuk modal kerja. Apabila petani gagal panen akibat bencana alam, maupun serangan hama pengganggu tanaman.
“Caranya ikut AUTP petani harus membentuk kelompok,†jelasnya.
Program AUTP sangat menguntungkan petani. Sementara kelompok petani yang ikut AUTP menyebar di 90 desa, dari 18 kecamatan di wilayah Tuban. Dengan luasan lahan pertanian sekira 3.864 hektar.
Saat ini dana yang masuk di PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) mencapai Rp 131.103.400. Anggaran tersebut nantinya digunakan untuk membantu petani Tuban.
Sedangkan cara mengikuti asuransi tergolong mudah, setiap bulannya minimal membayar premi Rp 180 ribu. Rinciannya Rp 150 ribu dibayar pemerintah, sisanya Rp 36 ribu dibayarkan petani per hektar.
Selain itu, harga pertanggungan asuransi sekira Rp 6 juta per hektar. Besaran tersebut akan diberikan  sesuai hitungan per peta alami, dari 75 persen lahan yang rusak. (Aim)