Buruh Migas Bertahan Mogok Kerja

Buruh GCI Mogok

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Memasuki hari ke dua, buruh di lingkup kerja KSO Pertamina EP – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) masih bertahan pada aksi mogok kerja total. Karena belum adanya titik temu dan solusi atas permasalahan yang terjadi dilingkup kerja GCI.

Diantaranya terkait dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak, upah buruh yang belum terbayar, dan hak normatif.

“Sampai sekarang pihak GCI belum melakukan komunikasi dengan para buruh,” kata Agung Pudjo Susilo, Ketua Serikan Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Jum’at (5/5/2017).

Menurutnya, semua pekerjaan di lapangan ditangani oleh karyawan organik PT GCI. “Buruh masih pada posisi mogok kerja sampai ada penyelesaian,” jelasnya.

Sementara, Ekternal Relation PT GCI, Yeni Hartati, menyayangkan dengan aksi yang dilakukan para buruh. “Karena dampak dari mogok ini tentunya merugikan,” jelasnya.

Dia membenarkan, pekerjaan dilapangan ditangani langsung oleh GCI. “Kami menjalankan contingency plan. Di lokasi Setasiun Pengumpul (SP), Power Plant (PP) dan lain-lain,” terangnya.

Saat disinggung apakah GCI tidak melakukan komunikasi dengan buruh supaya aksi tidak terus berlanjut?. Pihaknya menjelaskan bahwa komunikasi sudah dilakukan dengan mediasi Disperinaker. “Mediasi dilakukan tertulis pada tanggal 27 April lalu,” terangnya.

Baca Juga :   Berikut Penyebab Turnnya Lifting Minyak Bojonegoro

Sekadar diketahui, mediasi yang dilakukan pada tanggal 27 April 2017 lalu, GCi tidak mendatangi lokasi mediasi di gedung Disperinaker Blora. Padahal buruh dari serikat pekerja telah berada di lokasi Disperinaker Blora.

Sebagaimana diberitakan, buruh Migas yang tergabung dari SPKP Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan aksi mogok total, Kamis (4/5/2017). Hal itu dilakukan sebagai pernyataan sikap atas permasalahan yang tidak pernah ada penyelesaian di lingkup kerja KSO Pertamina – PT GCI.

“Kami menyatakan sikap keras terkait belum terselesaikannya Hak Normatif maupun PHK sepihak yang dilakukan PT GCI melalui perusahaan jasa penunjangnya,” ujar ketua SPKP Cepu, Agung Pudjo Susilo, Kamis (4/5/2017).

Terlebih, sampai saat ini upah buruh juga belum diberikan oleh dua vendor, yaitu PT Nusa Bakti Wirtama dan PT Centra Indo Teknik.

“Untuk dua vendor lain yaitu PT Caraka Perdana dan PT Tirta Patra Dinamika sudah meberikan gaji kepada karyawan, namun sebagian belum menerima,” jelasnya.

Menurutnya, langkah dan upaya mediasi maupun audiensi selalu dikedepankan. “Namun perusahaan tidak pernah ada penyelesaian,” terangnya.

Baca Juga :   Ingatkan Perusahaan Tak Curi Start

Mengacu pada situasi dan kondisi yang sudah tidak kondusif, pihaknya menyatakan sikap mogok kerja total. “Kita mulai mogok pukul 13.00 WIB, dengan titik kumpul pada masing-masing basis SPKP Cepu,” jelasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *