SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Sebanyak 65 personel Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, akan diterjunkan dalam operasi kepolisian terpusat yaitu Operasi Patuh Semeru 2017 yang dimulai sejak Selasa (9/5/2016) hingga berakhir Senin (22/5/2017). Operasi ini serentak dilaksanakan jajaran kepolisian di seluruh Indonesia.
Kapolres Bojonegoro, AKBP Wahyu S Bintoro menjelaskan, dalam operasi patuh 2017 ini, penegakan hukum akan dilakukan secara represif preventif dan pre-emtif yang humanis. Tujuan operasi patuh ini untuk meningkatkan kedisiplinan pengendara guna mengurangi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia dan mengurangi titik kemacetan lalu lintas.
“Operasi ini fokus pada penindakan hukum,” tegas Wahyu S Bintoro.
Kapolres berharap, dengan operasi ini kedepan dapat meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. “Karena kesadaran masyarakat dalam tertib lalu lintas masih perlu ditingkatkan lagi,” tegasnya.
Dalam operasi patuh ini, penindakan hukum terhadap pengendara pelanggar lalu lintas akan dilakukannya dengan cara e-Tilang.
“Dalam penindakan nanti, kita akan menerapkan tilang elektronik,†tegas Kasat Lantas Polres Bojonegoro AKP Prianggo.
Operasi Patuh Semeru 2017 ini diawali dengan apel gelar pasukan yang dipusatkan di halaman Mapolres Bojonegoro kemarin. Apel juga diikuti dari jajaran TNI, Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, dan Satuan Polisi Pamong Praja. Setelah apel dilakukan sosialisasi kepada masyarakat terutama pengguna jalan di Bundaran Adipura Kelurahan Sumbang.(suko)