SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu, Kabupatan Blora, Jawa Tengah, dalam lingkup kerja KSO Pertamina EP – PT Geo Cepu Indonesia (GCI), melakukan perpanjangan waktu mogok kerja (moker) total karena belum ada kata sepakat antara kedua belah pihak yang berselisih. Tidak ada batasan waktu dalam aksi moker tersebut.Â
Menurut Agung Pudjo Susilo, Ketua SPKP, dari pertemuan yang dilakukan pada Rabu (10/5/2017) di kantor Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Blora, belum ada titik temu dan masih menemui kebuntuan (Deadlock).
“Pertemuan hari ini masih alot,†katanya, Kamis (11/5/2017).Â
Dari draf persetujuan bersama, yang semula hanya satu point yang tidak  disetujui oleh Holding Company (Perusahaan Induk), sekarang bertambah satu point lagi yang tidak disetujui. Yakni terkait pemberian upah pada pekerja yang bersangkutan (ter-PHK sepihak) serta pemberian pesangon atas pekerja yang telah masa habis kontraknya.Â
“Pada point ke dua dari draf persetujuan tidak disetujui,†jelasnya.Â
Dia menambahkan, bahwa pngurus  telah melayangkan surat perpanjangan moker pada Selasa (9/10/2017). “Intinya moker total terus berlangsung sampai benar-benar ada persetujuan dan kejelasan atau ada kesepakatan,” tandasnya.
Zukhri, Kepala Bidang Hubungan Industri dan Pengawasan Tenaga Kerja, Disperinaker Blora, Â membenarkan, bahwa memang belum ada kesepakatan dalam pertemuan lanjutan kedua belah pihak.
“Tapi sudah agak mencair. Kesepakatan dilanjutkan pertemuan mediasi Senin pekan depan,†ujar Zukhri.
Pihaknya juga menyampaikan, telah banyak memberikan masukan terhadap ke dua belah pihak saat mediasi. Tujuannya agar permasalahan segera selesai.
“Mudah-mudahan Senin besok sudah tuntas,†ujarnya.Â
Sementara Ekternal Relation PT GCI, Yeni Hartati, saat dikonfirmasi langkah yang dilakukan GCI terkait aksi lanjutan mogok kerja para buruh, pihaknya mengaku melanjutkan contingency plan.
Saat ditanya apa sebenarnya yang membuat alot pembahasan dan belum ada titik temu, dia enggan menjelaskan.
“Mediasi belum menghasilkan kesepakatan,†ujarnya singkat melalui pesan WhatsAppnya. (ams)