Pertamini Turunkan Omzet Penjual BBM Eceran

SuaraBanyuurip.com – Totok Martono

Lamongan – Menjamurnya Pertamini di wilayah Kabupaten Lamongan, JawaTimur, ditengarai berdampak pada merosotnya penghasilan dari penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran. Penurunan omzet mereka hingga mencapai 50 persen.

Penelusuran SuaraBanyuurip.com menyebutkan, para penjual BBM eceran dengan wadah botol disepanjang jalan nasional Babat-Lamongan maupun di jalan antar Kecamatan banyak yang mengaku omzet penjualan mereka turun hingga 50 persen sejak bermunculanya Pertamini.

“Sejak banyaknya Pertamini, penjulan BBM eceran turun drastis mas. Kalau biasanya sehari bisa menjual 10 liter hingga 15 liter, sekarang paling cuma laku 4-5 liter,” kata seorang penjual BBM eceran di jalan antar Kecamatan Maduran-Laren, Retnowati, kepada suarabanyuurip.com, Kamis (11/5/2017).

Di sepanjang jalan antar kecamatan itu maupun di desa-desa, setidaknya ada tujuh Pertamini. Sehingga membuat pembeli BBM yang umumnya pengendara motor lebih memilih membeli BBM baik pertalite maupun Pertamax di Pertamini karena dianggap lebih praktis.

“Mungkin kalau beli di Pertamini dianggap seperti di SPBU. Lebih cepat dan praktis. Kalau beli BBM eceran agak ribet karena harus memakai corong untuk menuang BBM,” ujar Retnowati bernada mengeluh.

Baca Juga :   Kapolres Ajak Media Jadi Pemersatu Bangsa

Senada diungkapkan penjual BBM eceran di Desa Sambangan, Kecamatan Babat, Ilyas. Dia mengatakan, jalan antar Kecamatan Babat-Sugio sepanjang 5 kilometer termasuk jalur sepi setahunya telah ada 4 Pertamini yang berjualan Pertalite dan Pertamax. Keberadaan Pertamini tersebut dianggapnya telah mematikan rejeki para pengusaha kecil seperti dirinya.

Dirinya berharap agar pemerintah segera mengatur keberadaan Pertamini sehingga tidak semakin menjamur dan mematikan penjual BBM eceran seperti dirinya.

“Usaha tetap jalan terus tidak akan saya tutup, meski sedang dalam kondisi sepi,” ungkapnya.

Di beberapa SPBU di Lamongan pembelian BBM menggunakan jirigen jenis Pertalite dan Pertamax lebih didominasi pemilik Pertalite dari pada penjual BBM dengan botol literan.

“Rata-rata pembelian dari pemilik Pertalite 100 liter hingga 400 liter perhari. Kalau yang jualan BBM botolan sejak Pertamini marak semakin sepi,” ujar operator SPBU Babat, Ali.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *