SuaraBanyuurip.com –Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Opertaor Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bakal mensosialisasikan peningkatan produksi Blok Cepu kepada masyarakat sekitar. Selain itu juga menyusun rencana pengelolaan dan pemantuan terkait perubahan sikap dan persepsi masyarakat yang dituangkan dalam Adendum Amdal dan RKL-RPL Peningkatan Produksi.
Perwakilan EMCL, Icwan Arifin, menyampaikan, EMCL akan melakukan sosialisasi peningkatan kapasitas produksi kepada masyarakat sekitar.
“Juga sosialisasi prosedur pengaduan kepada masyarakat,” kata Ichwan saat melakukan paparan di Creative Room, lantai 6 , gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (10/5/2017) lalu pada rapat tekhnis Adendum Amdal dan RKL-RPL peningkatan produksi Blok Cepu.Â
Mengkomunikasikan pelaksanaan pengelolaan pengaduan kepada stakeholder terkait, sosialisasi prosedur penanganan kondisi tanggap darurat atau Integrated Community Action Plan.
Melaksanakan mekanisme penanganan kondisi operasi tidak normal, menerapkan prosedur tanggap darurat. Selanjutnya, pelatihan terhadap tim tanggap darurat untuk memastikan kompetensi dan menjaga relasi dengan media lokal.
“Pada pemantauan lingkungan, akan dilakukan di Desa Mojodelik, Gayam, Brabowan, dan Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro,” lanjutnya.
Bentuk pemantauan diantaranya, melakukan dokumentasi kegiatan sosialisasi dan komunikasi dengan stakeholder terkait.
Melakukan dokumentasi hasil pengelolaan lingkungan hidup, mengukur persepsi tentang keberadaan kegiatan operasi Lapangan Banyuurip. Evaluasi SOP penanganan resiko kesehatan.
“Terakhir dokumentasi pelatihan dan drill SOP gawat darurat,” pungkasnya.(rien)