SuaraBanyuurip.com -Â d suko nugroho
Bojonegoro – Penghentian sementara produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang dikendalikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), direncanakan berlangsung kurang dari satu hari.Â
Penghentian sementara produksi ini dimulai Sabtu (14/5/2017) pukul 03.00 WIB. Jika sesuai rencana, produksi akan kembali berlangsung paling lambat, Minggu (15/5/2017) pukul 03.00 WIB.
“Direncanakan kurang dari satu hari,” kata juru bicara EMCL, Erwin Maryoto kepada suarabanyuurip.com, Jumat malam kemarin.
Penghentian sementara produksi ini dalam rangka pemeliharaan berkala fasilitas produksi untuk menjaga kehandalan dan keselamatan fasilitas produksi Lapangan Banyuurip.
“Pemeliharaan berkala ini akan dilakukan secara efisien sehingga dampak terhadap produksi akan minimal,” ucap Erwin.
Dari pantauan, sejak produksi dihentikan, pembakaran gas flare di Lapangan Banyuurip juga berhenti. Hingga pukul 19.00 WIB malam tadi, api di flare stack yang biasanya berkobar-kobar masih terlihat padam.
Penghentian sementara produksi ini sebelumnya telah disampaikan EMCL kepada pemerintah desa, kecamatan, tokoh masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan.
Saat ini, produksi Banyuurip sebanyak 185 ribu barel per hari (BPH). Produksi ini akan dinaikkan hingga mencapai 220 ribu BPH untuk memenuhi target lifting minyak nasional. (suko)