SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Blora, Jawa Tengah, kembali melaksanakan mediasi antara Kerja Sama Operasi (KSO) Pertamina EP – PT Geo Cepu Indonesia (GCI) dengan para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Kontrak Pertamina (SPKP) Cepu di lingkup GCI.Â
Sayangnya jajaran Managemen GCI tidak ada satupun yang datang dalam mediasi tersebut. Sehingga membuat permasalahan kembali belum ada penyelesaiannya dalam mediasi yang kesekian kalinya ini. Bahkan memunculkan kesan bahwa GCI meyepelekan permasalahan dan tidak ada itikad baik untuk menyelesaikannya.
Zukhri, Kabid Hubungan Industri & Pengawasan Naker, Disperinaker Blora, menyayangkan sikap GCI yang tidak menghadiri undangan dari dinas.
“Kami kecewa dengan GCI yang terkesan tak punya itikad baik untuk menyelesaikan masalah,” kata dia, (15/5/2017).Â
Seharusnya mereka datang untuk melakukan diskusi bersama, seperti apa yang dinginkan dari draf yang sudah jadi ini. “Apakah sudah sesuai atau belum. Kalau memang belum, ya harus dibicarakan,” ujarnya.
Hanya saja, ada surat masuk dari GCI yang diantar oleh pegawainya. “Saya tidak tahu disuruh apakan surat ini. Dan saya tidak akan membacakan surat ini sebelum ada konfirmasi dari GCI. Saya juga sudah mencoba menghubungi pihak GCI melalui telpon. Tapi juga tidak diangkat ,” keluhnya.
Pihaknya mengaku akan mengundang ulang pihak GCI ke kantor dinas.Â
Hal yang sama juga disampaikan Dian, Pimpinan Vendor GCI, PT Tirta Patra Dinamika. Dirinya membenarkan jika GCI tidak ada itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan.
“Undangan dari dinas saja mereka tidak menghadiri. Ini kan namanya menyepelekan,” kata Dian, yang saat itu hadir dalam mediasi.Â
Menurutnya, permasalahan ini harus segera diselesaikan supaya aktivitas kembali normal. “Pertemuan ini percuma saja, jika tidak ada pihak GCI dan pengambil kebijakan,” tandasnya.Â
Rani, dari PT Caraka Perdana, Vendor GCI lainnya, menyatakan jika aksi mogok kerja para buruh berdampak pada produksi. Sehingga akan berpengaruh pula pada perusahaannya. Dirinya mengaku kebingungan harus memengang Managemen yang mana, atas rentetan peristiwa yang terjadi pada lingkup industri GCI. “Selama ini kita bingung. Rancu, Managemen GCI mana yang harus kita pegang,” ujarnya.Â
Rani, berencana mengambil sikap mendatangi Managemen yang ada di lapangan. “Dan untuk besok Rabu, kami akan coba mendatangi Managemen yang ada di pusat,” jelasnya.Â
Hadir dalam mediasi yang dilaksankan di aula Disperinaker Blora tersebut, SPKP Cepu, para vendor yang terdiri dari, PT NBW, PT Caraka Perdana dan PT Tirta Patra Dinamika. (ams)