SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Tak seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2017 ini Job Market Fair (JMF) di Lamongan, Jawa Timur, akan diselenggarakan sebanyak tiga kali. Hal tersebut dikatakan oleh Moh. Kamil dalam Pembukaan JMF Bursa Kerja Terbuka di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK), Selasa (16/05/2017) kemarin.
“Tahun ini JMF akan diselenggarakan sebanyak tiga kali. Yakni sekarang, bulan September dan Bulan Nopember,“ ungkap Moh. Kamil.
Menurut dia, terutama untuk mendukung pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2016-2021. Yakni penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dari 4,10 persen menjadi 3,10 persen.
Moh. Kamil menjelaskan, bahwa TPT Lamongan Tahun 2015 sebesar 4,10 persen, kemudian turun menjadisebesar 3,56 persen pada tahun 2016.
Dia optimis dalam tiga tahun lagi target tersebut akan tercapai. Karena selain JMF, kini Dinas Tenaga Kerja juga bekerjasama dengan SMKN untuk menggelar Bursa Kerja Khusus.
“Disamping JMF, Kami juga bekerjasama dengan SMKN untuk melaksanakan Bursa Kerja Khusus. Sudah beberapa kali Bursa Kerja Khusus ini dilaksanakan dan hasilnya cukup menggembirakan. Sejak Bulan Maret kita sudah duduk bersama dan berkomitmen agar lulusan SMKN bisa langsung mendapatkan pekerjaan,“ lanjutnya.
Sementara Bupati Fadeli, menyampaikan, apresiasinya terhadap perusahaan yang ikut bergabung. Dia berharap akan ada banyak tenaga kerja dari Lamongan yang terserap.
“Saya berterimakasih kepada perusahaan yang telah bergabung dalam JMF. Tahun lalu ada 30 perusahaan yang berpartisipasi, dan Alhamdulillah tahun ini meningkat menjadi 34 perusahaan. Selain itu, pada tahun lalu sebanyak 70 persen pendaftar diterima dan saya berharap tahun ini bisa lebih dari itu,†ungkap Fadeli.
Fadeli mengungkapkan, bahwa kualitas pencari kerja di Kabupaten Lamongan semakin meningkat. Hal ini dikarenakan saat ini di Pemkab Lamongan telah memiliki Balai Latihan Kerja yang sudah beroperasi sejak tahun kemarin.
Setelah membuka JMF, Fadeli mengunjungi pameran hasil peserta BLK serta meninjau stand perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi.
Diantara perusahaan itu ada yang bergerak pada bidang medis, farmasi, pariwisata, pengelolaan ikan, sarana dan prasarana bangunan, sarana dan produksi makanan serta perbankan. Mereka tidak hanya berasal dari Lamongan, tapi juga Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Jombang dan Pati, Jawa Tengah.(tok)