Tunggu Kepastian "Groundbreaking" Kilang Tuban

Wabup Noer Nahar

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Pemerintah Kaupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur, sampai sekarang masih menunggu kepastian groundbreaking atau pemancangan tiang pertama proyek kilang Tuban. Rencananya peletakan batu pertama tersebut bakal dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tanggal 3 Juli 2017 mendatang.

“Belum ada kabar apapun hanya saja Presiden me-warning sebelum tanggal 3 Juli semua persiapan harus selesai,” ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui di Pendapa Krida Manunggal Tuban, Jumat (19/5/2017).

Salah satu pihak yang harus bekerja keras, lanjut Noor Nahar, yakni pemilik lahan Kilang Tuban, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Hal itu karena, sampai kini belum tuntas pemberian tali asih atau ganti rugi kepada 779 petani dari empat desa di Kecamatan Jenu.

“Kemarin tali asih baru dicek oleh Badan Pemeriksa Keungan (BPK),” imbuh politisi asal partai PKB Tuban ini.

Sebagai pemimpin, Noor Nahar hanya ingin petani yang sebelumnya menggarap ladang kilang tak dicampakan oleh Pertamina-Rosneft. Meskipun pada sosialisasi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) pada awal Januari 2017 Pertamina telah janji, tapi Wabup bakal mengawal realisasinya.

Baca Juga :   Ongkos Angkat Angkut Minyak Sumur Tua Merosot

Kalau petani sekitar kilang tidak dapat terlibat dalam proyek, harus dibina untuk lebih mandiri. Hanya saja sampai kini, belum ada hitung-hitungan program apa yang pas diberikan petani untuk meningkatkan pedapatannya.

“Belum ada sinergi apapun sampai sekarang baik dibidang ekonomi, pendidikan, maupun sosial lingkungan,” tegasnya.

Menjadi daerah poros Nasional, Wabup Tuban ingin masyarakat merubah pola pikirnya menuju industrialisasi. Apalagi masuknya investor asal Rusia, tentu menambah geliat industri di Bumi Wali (sebutan lain Tuban).

Terpisah, Project Coordinator NGGR Tuban, Amir H. Siagian ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui pesan elektroniknya sejak hari Kamis (18/5) belum membalasnya.

Diketahui, dalam proyek Kilang Tuban Pertamina memiliki saham 55 persen, sedangkan Rosneft 45 persen. Untuk produksi terbesarnya Gasolin 45 persen, 30 sampai 35 persen Diesel, dan sekira 20 persen untuk petrochemical.

Terwujudnya Kilang Tuban juga dapat menjadi jawaban Pemerintah selama 26 tahun silam. Dalam kurun waktu tersebut tidak ada kilang baru. Dua kilang terakhir -Kasim di Sorong, Papua Barat dan Balongan di Indramayu- dibangun pada 1997 dan 1994. (Aim)

Baca Juga :   Geram Soroti Masalah Sekitar PPGJ

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *