AKD Kerek Tak Sudi Dipimpin Camat Kasmoeri

AKD Kerek Tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terang-terangan tak sudi jika dipimpin mantan Camat Jenu, Kasmoeri. Hal ini karena para pemangku kepentingan desa, masih mengidamkan sosok pemimpin Camat Rohman Ubaid yang kini resmi bertugas di Kecamatan Jenu.

Setelah Bupati Tuban, Fathul Huda melukir Camat Jenu dan Kerek, 11 Kepala Desa (Kades) langsung melakukan rapat internal di kediaman Kades Jarorejo, Giman. Hasilnya ada empat point yang bakal disampaikan ke Bupati pada hari Senin (22/5) mendatang.

Empat point inilah yang menjadi dasar AKD Kecamatan Kerek menolak Kasmoeri memimpin di wilayahnya. Pertama, kinerja Kasmoeri dinilai merah oleh AKD Jenu. Kedua, kebijakan mantan Camat Jenu ini sering otoriter dan berdampak pada perpecahan kerukunan antara Kades se-Kecamatan Jenu.

Ketiga, Kades se-Kecamatan Kerek masih membutuhkan pembinaan dan camat yang bisa menyelesaikan masalah dengan arif. Hal itu sudah dilakukan Camat Rohman Ubaid. Keempat, kondisi Kecamatan Kerek selalu kondusif selama masa kepemimpinan Camat Rohman Ubaid.

Baca Juga :   Pemkab Tinjau Lokasi Penambangan Emas

“Intinya kami tidak setuju kalau Kecamatan Kerek dipimpin oleh orang yang sebelumnya memiliki catatan merah,” ujar Ketua AKD Kecamatan Kerek, Rumadi, kepada suarabanyuurip.com, Jumat (19/5/2017).

Rumadi selaku Kades Kasiman ingin wilayahnya dipimpin oleh orang-orang yang memiliki loyalitas tinggi, dan care terhadap semua Kades. Dibanding Kasmoeri tentu Rohman Ubaid jauh lebih baik.

Sekretaris AKD Kerek, Sunandar juga serupa. Setelah media suarabanyuurip.com mengunggah berita berjudul “Bupati Lukir Camat Jenu dan Kerek” Kades Karanglo, Sunandar langsung bersikap di kolom komentar.

“Kami Kades se-Kecamatan Kerek menolak Bapak Kasmoeri sebagai Camat Kerek,” singkatnya.

Kekecewaan AKD Kerek terhadap keputusan Bupati melukir Camat Jenu dan Kerek dibenarkan oleh Kades Jarorejo, Giman. Pria yang baru menjabat lima bulan ini bertanya-tanya kenapa harus dilukir.

“Camat Rohman Ubaid sudah pas memimpin Kecamatan Kerek,” bebernya.

Aksi protes AKD Kerek terhadap Camat Kasmoeri langsung disikapi oleh Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Agus Wijaya. Mantan Camat Montong ini menyarankan, AKD Kerek untuk menghadap ke Sekda Tuban, Budi Wiyana dahulu.

Baca Juga :   Jalan Desa Napis Bojonegoro Rusak, Warga Ditandu 6 Km Pascalahiran

Hasil pertemuan tersebut akan dikaji oleh Pemkab. Sekaligus mempertimbangkan tuntutan AKD terhadap keputusan Bupati melukir Camat Kasmoeri yang telah tertuang dalam nomor: 821.23.24.27/88.89.90/414.202/2017.

“Saat ini Pemkab belum bisa merespon,” tandas Agus.

Diketahui, alasaan Pemkab melukir Camat Jenu dan Kerek hanya ingin ada penyegaran yang berdampak pada peningkatan kinerja.

Lebih dari itu, penyegaran 33 orang kali ini tepat menjelang grounbeaking atau pemancangan tiang pertama proyek Kilang Tuban yang akan dihadiri langsung Presiden Jokowi pada 3 Juli 2017 mendatang.

Tepatnya pada tanggal 3 April 2017 kemarin, 15 Kades se-Kecamatan Jenu juga dikumpulkan oleh Bupati di rumah dinasnya komplek Pendapa Krida Manunggal Tuban. Inti pertemuan tersebut memastikan semua pihak harus mengedapankan harmonisasi jelang Kilang Tuban, khususnya hubungan para kades dengan Camat Kasmoeri. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *