SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pencopotan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. R. Koesma Tuban, Jawa Timur, Zainal Arifin secara mendadak oleh Bupati Tuban, Fathul Huda mengagetkan banyak pihak. Pencopotan tersebut persis enam hari setelah perdebatan antara dokter RSUD, Idrus dengan wakil ketua Komisi C DPRD, Tri Astutik di Media Sosial (Medsos) Facebook tanggal 14 Mei kemarin.
Secara resmi Zainal Arifin digantikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Saiful Hadi per tanggal 19 Mei 2017. Saat ini Zainul diminta Pemkab memperkuat RSUD, sebagai dokter senior spesialis ahli patologi.
“Direktur Zainal langsung kami minta kembali memperkuat kinerja di bidang patologi dan lab,” ujar Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein, kepada suarabanyuurip.com, Senin (22/5/2017).
Noor Nahar mengelak kalau pencopotan Zainal Arifin berhubungan dengan kasus di Medsos. Penggantian pimpinan rumah sakit milik Pemkab, hanya semata-mata untuk penyegaran kinerja.
“Tidak ada kaitannya, penyegaran ini karena dokter Zainal sudah lima tahun mengabdi,” kelit politisi Partai PKB Tuban.
Plt Direktur RSUD, Saiful Hadi membernarkan dirinya menerima Surat Keterangan (SK) menggantikan dokter Zainal per tanggal 19 Mei 2017. Disinggung apakah Zainal mengundurkan diri atau dicopot, dia enggan membeberkan.
“Gak tau soal itu, yang penting saya menjabat Plt direktur RSUD sudah empat hari terakhir,” singkatnya.
Terpisah, dokter Zainal Arifin saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com terkait hal ini melalui teleponnya tidak merespon. Hanya terdengar nada sambung aktif, tapi tidak ada yang mengangkat telepon.
Sebagaimana diwartakan sebelumnya, tepat tanggal 14 Mei dokter Idrus pemilik akun Fb Idrus Ba mengunggah status yang mengujar kalimat negatif terhadap Tri Astuti. Tak terima dengan postingan tersebut, enam jam kemudian akun Tri Astuti juga memposting status berisi sanggahan status akun Idrus Ba.
Setelah viral di Medsos, akhirnya tiga komisi DPRD A, B, dan C langsung hearing dengan Direktur RSUD, dan dokter Idrus. Dalam kesempatan tersebut dokter Zainal meminta maaf atas apa yang terjadi di Medsos.
Pasca hearing baik dokter Idrus maupun Tri Astuti, keduanya secara personal sudah memaafkan. Hanya saja dari tiga komisi DPRD, ada anggota yang belum terima karena status akun Idrus Ba dinilai menjelekan instusi dewan. (Aim)