SuaraBanyuurip.com – Ali Imron
Tuban – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Jawa Timur, selama tiga hari kedepan kembali melatih 100 relawan penanggulangan bencana di kawasan Mangrove Center Tuban (MCT) Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu. Ada tiga materi yang harus dikuasai oleh peserta, yakni vertical rescue, water rescue, dan Pemadaman Kebakaran (Damkar).
“Pelatihan relawan telah kami lakukan sejak tahun 2014 sehingga total sudah ada 400 orang terlatih,” ujar Kepala BPBD Tuban, Joko Ludiono, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com setelah pembukaan pelatihan relawan, Selasa (23/5/2017).
Pelatihan ini sebagai upaya BPBD membekali semua unsur masyarakat terkait kebencanaan. Tujuannya ketika terjadi bencana, masyarakat tahu apa yang harus direncanakan, ekskusi, maupun evaluasinya.Â
Penentuan tiga meteri dalam pelatihan ini didasarkan kondisi geografiis wilayah Kabupaten Tuban. Untuk materi water rescue, dikhususkan bagi wilayah yang ada di pesisir pantai dan Sungai Bengawan Solo.
“Rata-rata di kedua lokasi ini bahayanya orang tenggelam,” ucap Joko.
Sedangkan materi vertical rescue untuk wilayah tebing kapur yang potensi longsor. Terakhir materi Damkar untuk semua wilayah yang kapan saja berisiko kebakaran.Â
“Kami harapkan semua masyarakat lebih sadar dan peka risiko bencana di wilayahnya,” imbuhnya.
Wabup Tuban, Noor Nahar Hussein, meminta semua relawan serius mengikuti materi yang disampaikan langsung oleh Basarnas. Jadilah generasi yang tangguh, menyongsong Tuban dengan segela potensi bencananya.
“Mengingat 80 persen bencana yang melanda wilayah Tuban dikategorikan Hidrometeorologi,” sambung politisi asal partai PKB Tuban.
Penghitungan tersebut berdasarkan pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2013-2015. Dimana bencana hidrometeorologis akibat dari air dan cuaca.
Data BNPB juga menyatakan Tuban berada di urutan 145 dari 496 kabupaten/kota se-Indonesia yang memiliki resiko bencana tinggi. Nilai indeks risiko bencana di Kabupaten Tuban sejak tahun 2013 mencapai skor 175. Angka tersebut menjadikan Tuban masuk sebagai kelas risiko bencana tinggi.
Sedangkan beberapa potensi ancaman yang kerap melanda Tuban, baik yang bersifat alam ataupun non alam serupa banjir, kekeringan, tanah longsor, cuaca dan gelombang ekstrim.
Perlu diketahui, 100 relawan yang terlibat dalam pelatihan kali ini berasal dari komunitas masyarakat, Banser, pramuka, dan relawan dari 25 Desa Tanggung Bencana (Destana) yang telah dibentuk di 10 kecamatan.
Pekan sebelumnya, BPBD bersama Kopasus TNI AL Surabaya juga melatih 100 orang menyelam yang dipusatkan di Pantai Kelapa Desa Panyuran, Kecamatan Palang, dan Pemandian Bektiharjo, Kecamatan Semanding. (aim)