Kartar Binaan EMCL Studi Banding UEP

studi banding

SuaraBanyuurip.comEdi Supraeko

Bojonegoro – Karang Taruna (Kartar) dari delapan desa di empat kecamatan sekitar Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan studi banding  program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) berbasis komunitas di di Desa Mojodeso dan Desa Klampok, Kecamatan Kapas, selasa (23/03/2017).

Kedelapan kartar itu berasal dari Desa Jelu, Desa Jampet, Desa Wadang, Kecamatan Ngasem. Desa Sumbertlaseh, dan Desa Ngulanan, Kecamatan Dander.  Desa Wedi, dan Desa Ngampel,  Kecamatan Kapas. Serta Desa Leran, Kecamatan Kalitidu.

Di lakukan di Desa Mojodeso dan Desa Klampok Kecamatan Kapas, kedelapan Karang Taruna binaan Ademos dan ExxonMobil Cepu Limited tersebut disambut oleh Kepala Desa, BPD dan perangkat Desa setempat.

Kartar delapan desa ini merupakan binaan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Ademos, dan operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL). Kedatangan mereka disambut kepala desa, perangkat desa, dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Mojodeso dan Klampok.

Sekretaris Ademos, A Shodiqurrosyad, menjelaskan  kedatangan Ademos dan Karang Taruna binaan ke Desa Mojodeso adalah untuk mendapatkan visualisasi inspirasi dan wawasan mengenai pengeloaan UEP berbasis komunitas dan cara membangun sinergitas yang baik dengan pemerintah desa.

Baca Juga :   Bojonegoro Terancam Krisis Petani, Berkurang 3.200 Orang Tiap Tahun

“Selama ini kami mungkin hanya mendengar Mojodeso dari media massa. Ahlamdulillah hari ini kami dapat  ngudi kaweruh secara langsung,”  ujar pemuda asal Desa Begadon Kecamatan Gayam tersebut.

Dipilihnya Mojodeso karena desa ini dinilai berhasil mengembangkan  berbagai usaha yang dilakukan secara kelompok. Selain itu Mojodeso telah dinobatkan sebagai Desa Wisata Edukasi Lingkungan di Bojonegoro.

“Desa Mojodeso juga memiliki sinergitas yang baik antara pemerintah desa, masyarakat dan karang taruna. Inilah yang akan kami pelajari sehingga karang taruna dapat memiliki wawasan yang lebih luas lagi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mojodeso, Warsiman, mengucapkan terima kasih atas kedatangan Ademos dan Karang Taruna di desanya.

“Kami berharap agar kedatangan adik-adik Karang Taruna kesini mendapatkan sebuah hal yang positif dan bermanfaat ke depannya,” sambung Mursiman saat menerima rombongan.

Setelah mengikuti pemaparan dari Pemerintah Desa, kedelapan Karang Taruna binaan Ademos dan EMCL tersebut melakukan kunjungan lapang ke komunitas-komunitas usaha yang ada di Mojodeso, seperti daur ulang sampah, pengelolaan sampah organik menjadi pupuk organik, pembuatan casing biopori dan lukis topeng.

Baca Juga :   Mengapa Harga Tembakau Bojonegoro Turun, Begini Penjelasan Ahli Pertanian Unigoro

Usai dari Mojodeso, rombongan karang  taruna dari delapan desa melakukan kunjungan ke usaha budidaya jamur tiram di Desa Klampok. Tujuannya sebagai pembekalan kepada karang taruna dalam mengembangkan UEP berbasis komunitas di desa masing-masing.(edi)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *