SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Hingga saat ini perusahaan pembeli gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB) masih belum jelas. Namun dikatakan perwakilan Satuan Kerja Khusus Pelaksanaan Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jawa, Bli, Nusa Tenggara (Jabanusa), pemerintah masih tetap mengupayakan kepastian pembelian gas J-TB yang di operatori Pertamina EP Cepu (PEPC).
“Memang bahasa kasarnya, PT Pupuk Kujang membatalkan pembelian karena terbentur harga. Tapi pemerintah masih berupaya agar tetap terlaksana,” kata Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, saat dihubungi Suarabanyuurip.com, Senin (22/5/2017) kemarin.
PT Pupuk Kujang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tentunya masih ada peluang untuk dibicarakan kembali agar terjadi kesepakatan harga.
“Begitu juga dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN),” imbuhnya.
Saat ini, belum ada titik temu antara Pertamina dengan PLN terkait harga gas. Oleh sebab itu, masih terus dilakukan koordinasi dengan semua pihak agar bisa berjalan dengan lancar.Â
“Yang jelas, nanti tetap ada pembelinya ya,” tukasnya.
Ali Mahsyar optimis untuk proyek J-TB di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berjalan sesuai prosedur. Pembebasan lahan tetap dilaksanakan, pembelian hak kelola yang dimiliki ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) 41,4 persen atas J-TB juga terus dikoordinasikan.
“Kita berdoa saja, semoga lekas rampung dan tidak ada hambatan,” pungkasnya.
Pertamina memperoleh harga  US$ 7 per juta british thermal unit (mmbtu) dengan eskalasi 2 persen sesuai harga di plant gate PEPC di pipa Gressik-Semarang. Namun belum ada kepastian harga gas yang akan dijual Pertamina kepada PLN. Rencananya, sebesar 100 mmscfd  akan dijual ke PT PLN.
Sementara, Plan Of Development (PoD) PT Pupuk Kujang Cikampek (PKC) mendapat alokasi gas sebesar 85 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dengan harga jual gas Tiung Biru yang ditawarkan PEP kepada PT PKC yaitu sebesar US$ 8 eskalasi dua persen per MMBtu sedangkan PT Pupuk Kujang Cikampek menawar dengan harga US$ 7 per MMBtu dengan skala 2%.(rien)