SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Memasuki panen padi musim tanam ke dua ini, harga gabah di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, alami kenaikan yang cukup signifikan.
Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Blora, Suparman mengatakan, jika panen pada bulan Mei harga gabah mengalami kenaikan. Dibandingkan pada Januari dan Februari hanya Rp2.400/kg hingga membuat petani mengeluh. Namun, pada panen padi musim tanam kedua ini petani bisa tersenyum. Karena harga gabah sekarang Rp3.800 hingga Rp4.200/kg.
“Untuk harga Rp3.800 itu, panen mengunakan cara manual. Sedangkan panen yang menggunakan  mesin dan hasilnya sudah bersih, bisa mencapai  Rp4.100 sampai Rp4.200/kg,” katanya.
Harga tersebut di wilayah Kecamatan Kedungtuban dan Kecamtan Cepu. Namun tidak semua petani langsung menjual hasil penennya. Banyak juga petani yang menyimpan atau mengeringkannya terlebih dahulu baru kemudian di jual.
“Kalau petani biasanya-kan ada yang disimpan untuk kebutuhan pangan nanti,†ujarnya.
Perbedaan harga gabah ini dikarenakan pada bulan Januari hingga April lalu masih tingginya curah hujan yang membuat kualitas gabah basah. Sehingga mempengaruhi harga gabah.
Sementara, Kepala Bulog Sub Divre Wilayah Pati, Ahmad Kholison mengatakan, untuk saat ini Bulog mulai persiapan melakukan penyerapan gabah dari petani. Namun untuk penyerapan gabah ini tetap akan mempertimbangkan kualitas gabah petani dan harganya disesuaikan dengan harga Impres Nomor 5 tahun 2015 seharga Rp 3.700 perkilogram.
“Jadi apabila ada petani yang panen maka kami akan melakukan pembelian gabah sebanyak-banyaknya agar petani tidak rugi,†tuturnya. (ams)