Pembongkaran Monumen Ronggolawe Ditentang Warga

Tandatangan penolakan

SuaraBanyuurip.comAhmad Sampurno

Blora – Masyarakat Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan aksi solidaritas penggalangan seribu tandatangan untuk dukungan pembatalan pembongkaran Monumen Raonggolawe Cepu. Aksi tersebut berlangsung damai. Dengan membentangkan kain putih sekira 20 meter di tepi Jalan Ronggolawe kawasan Taman Seribu Lampu Cepu.

Tidak sedikit warga yang melintasi kawasan tersebut  berhenti, dan membubuhkan tandatangan sebagai bentuk dukungan. Aksi berjalan tertib, karena memang tidak ada pengerahan masa. Tidak ada aksi penghentian pekerjaan meskipun saat itu berlangsung pekerjaan pembongkaran monumen.

Kordinator aksi lapangan, Iwan Trihandono, mengaku sangat prihatin dengan pembongkaran tersebut. “Keprihatinan kami sangat dalam. Di era sekarang, kok masih saja ada pemerintah tidak melibatkan nilai-nilai historis daerah bersangkutan. Lebih parah lagi tidak ada sosialisasi,” ungkapnya, Kamis (25/5/2017).

Salah satu penggagas aksi, Karsilo, menjelaskan bahwa ini adalah gerakan moral masyarakat supaya Monumen Ronggolawe tetap berada di tempatnya. “Karena patung itu ada sejarah dan riwayatnya,” kata dia.

Pihaknya mengaku tidak menolak pembangunan. Akan tetapi ada tampat lain yang butuh dibangun. “Kalau ingin membangun, silahkan membangun di tempat lain. Kami hanya berharap, patung kuda tetap ada di tempat. Itu kan bisa dilakukan penataan, tanpa membongkar dan memindah patung,” ujarnya.

Baca Juga :   Sekap Gadis Belia Nelayan Ditangkap

Dia justru bertanya, apa fungsinya kalau monument diganti. “Terus apa ada nilai  sejarahnya?” tandasnya.

Salah satu pemuda Cepu, Wiwit Kurniawan,  yang saat itu juga ikut membubuhkan tandatangan, juga menyatakan keprihatinannya dan menyayangkan langkah pemerintah yang tetap melanjutkan pembongkaran.

“Ini justru ada kesan penghamburan anggaran,” ungkapnya.

Dirinya berharap, pemerintah memikirkan ulang untuk menghilangkan peninggalan dari Divisi Ronggolawe tersebut.

Wiwit menambahkan, bagian dari sejarah Cepu akan hilang. “Karena monument Ronggolawe tersebut sudah melekat pada masyarakat Cepu sebagai bagian dari sejarah,” ujarnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *