SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Tak ada rasa kebahagiaan yang melebihi Darmadi, ketua pengurus kotak tabungan akhirat di Desa Guwoterus, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Berawal dari kegiatan sosialnya itu, kini lembaganya telah dikukuhkan menjadi bagian dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tuban.
Pria yang bermukim di perbatasan kecamatan dengan Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan ini tak mengira kalau kegiatannya dilirik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Gerakan masyarakat peduli sesama ini, digagas langsung oleh beberapa anggota lintas perguruan yang tergabung paguyuban pendekar siaga.
“Alhamdulillah tahun 2017 menjadi kesempatan kedua berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Darmadi, kepada suarabanyuurip.com.
Selama ini di desa yang sebagian wilayahnya belum terjangkau jaringan seluler, telah berjalan program kotak tabungan akhirat. Melalui sebuah kotak dari kayu yang dikunci, setiap rumah tangga diberikan satu persatu.
Hanya warga yang peduli dan ikhlas yang mau menyisihkan uang belanjanya untuk dimasukkan kotak. Setiap setahun sekali tabungan akhirat itu dibuka. Tak lupa pemilik kotak menjadi saksi hidup atas penghitungan uang lembaran maupun koin.
Sayangnya, program yang sangat bermanfaat untuk desanya ini belum direspon oleh semua masyarakat. Banyak yang ragu dengan dalih takut ketipu.
Padahal lembaganya sudah legal, dan dikukuhkan menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Guwoterus. Pria yang bangga mengenakan batik Gedognya ini tetap bersyukur, karena pemegang kotak tabungan bertambah.
Pada tahun 2016 lalu, dari 19 kotak panitia berhasil menghitung uang sebanyak Rp 7 juta. Perolehan uang tersebut langsung dibelikan bibit kambing tujuh ekor. Sekaligus dirupakan Sembako yang dibagikan kepada warga tidak mampu, khususnya janda.
“Tujuan awal kegiatan ini untuk mengurangi kesenjangan sosial yang belum terdanai Pemerintah Desa (pemdes),” imbuh pria flamboyan itu.
Pemilik kotak tabungan akhirat lainnya, Cahyono (26) mengaku, sudah dua tahun ikut program ini. Dirinya termotivasi untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Sejak awal berdiri tahun 2015 sudah ikut, motivasinya membantu masyarakat sesama,” tutur pria berbadan tegap itu.
Meski tetangganya belum ikut semua, tapi Cahyono tidak patah arang untuk tetap menabung sebagai bekal di akhirat kelak. Semangatnya bertambah, setelah melihat warga miskin yang menerima bantuan di tahun pertama berkembang ekonominya.
“Sebagian berhasil dan berkembang, namun ada juga yang belum ada perubahan,” tambahnya.
Sekretaris Baznas Tuban, Sudarmaji, sangat mengapresiasi kegiatan sosial ini. Program kotak amal akhirat, akan diprogramkan bantuan modal usaha warga ekonomi lemah.
Rencananya setelah dibuka dan dihitung, uang langsung disalurkan ke rekening Baznas Tuban. Baru Baznas menyalurkan kembali ke UPZ Desa Guwoterus berupa program pemberdayaan.
Untuk itu mantan Camat Plumpang ini meminta pendekar siaga menyusun rencana anggaran untuk program satu tahun. Dilanjutkan pengajuan ke Baznas.
Sebagai Kabag Kesra Setda Tuban, Sudarmaji ingin kotak akhirat Guwoterus dapat bertambah. Jangan berhenti dengan jumlah 34 kotak saja. Terlebih mampu dikembangkan dan meluas di desa lain.
“Kami optimis program mulia seperti ini bisa berkembang menularkan ke daerah lain,” tandasnya. (Aim)