SuaraBanyuurip.com -Â d suko nugroho
Bojonegoro – Sebanyak 9.915 pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan menerima gaji 13 dan 14. Selain PNS, gaji tambahan itu juga akan diberikan kepada bupati, wakil bupati (Wabup), dan anggota DPRD Bojonegoro.
Total anggaran yang disiapkan untuk gaji 13 tahun 2017 ini sebesar Rp45.912.282.669, termasuk untuk anggota DPRD sejumlah Rp208.390.568. Sedangkan anggaran gaji ke 14 sejumlah Rp38.218.863.784, termasuk untuk anggota DPRD sebesar Rp84.984.068.
Gaji ke 14 akan diberikan menjelang lebaran Idul Fitri. Sedangkan gaji ke 13 akan diterimakan menjelang anak masuk sekolah atau tahun ajaran baru. Gaji tersebut di luar gaji rutin yang diterima pada tanggal satu.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Ibnu Soeyuti, mengatakan, alokasi anggaran yang disiapkan untuk gaji 13 bagi 9.915 PNS sebesar Rp 45.703. 892.101. Rincianya, gaji pokok PNS atau uang representasi sebesar Rp36.317.990.682, dan tunjangan keluarga Rp3.348.488.943.
Kemudian tunjangan jabatan Rp685.889.000, tunjangan fungsional Rp2.763.646.000, tunjangan fungsional umum Rp411.040.375, tunjangan Pph atau tunjangan khusus Rp2.176.352.250, dan pembuatan gaji Rp494.852.
Sementara untuk gaji 14 atau tunjangan Hari Raya Idul Fitri, anggaran yang disiapkan sebesar Rp38.133.879.879.716. Rinciannya, gaji pokok PNS sejumlah Rp36.317.990.682, tunjangan Pph Rp1.815.899.034.
“Untuk besaran gaji 13 yang diterimakan adalah sebesar satu kali gaji pokok ditambah tunjangan. Sedangkan untuk gaji 14 adalah satu kali gaji pokok,” kata Ibnu Soeyuti, kepada suarabanyuurip.com melalui pesan WhatsApp, Senin (29/5/2017).
Ibnu menjelaskan, gaji 13 dan 14 yang diterimakan ini dananya bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang mana bersifat wajib dan mengikat. Karena sudah dianggarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2017. Sehingga tidak terpengaruh terhadap dana bagi hasil (DBH) migas yang diterima Bojonegoro.
“Sekarang ini kita masih menunggu petunjuk teknis atau juknis dari Kementerian Keungan,” ucap mantan Camat Gondang itu.(suko)