LPPM Unigoro Menutup Program Sekolah Lapang Pertanian

Peutupan pelatihan pertanian

SuaraBanyuurip.com - Athok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro (Unigoro) dengan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) melakukan penutupan program Sekolah Lapang Pertanian di Desa Mojodelik dan Bonorejo yang dirangkai dengan buka bersama di aula Kantor Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (31/5/2017).

Program ini dilaksanakan dalam periode 13 Desember 2016 hingga 30 Juni 2017.

Ketua Yayasan Soeyitno Unigoro, Arief Januarso, mengungkapkan, program ini merupakan bentuk kajian untuk mencari keseimbangan disektor pertanian dengan eksploitasi migas. Selain itu, juga bertujuan meningkatkan pengetahuan petani.

“Sehingga diharapkan pengetahuan dan pendapatan petani meningkat,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Gayam, Hartono menyampaikan, pelatihan ini dapat terus ditingkatkan dan dapat memberdayakan masyarakat. Khususnya petani. Menurutnya sistem pertanian harus teratur. Termasuk dalam penggunaan pupuk.

“Untuk kedepannya bisa lebih baik lagi dan menjadi percontohan,” kata camat.

Perwakilan EMCL, Betta Wicaksono, menambahkan, semua persoalan pertanian bisa terus dikaji dan dicarikan solusi. Mulai prinsip perairan, hama, hingga nutrisi dasar pertanian. Kemudian juga persoalan pupuk berbahan kimia yang telah digunakan petani yang berpotensi mempengaruhi kondisi lahan.

Baca Juga :   Kesadaran Berlalulintas Masyarakat Cepu Rendah

“Kami mengapresiasi kerjasama yang dilakukan dengan Unigoro. Karena dengan adanya pelatihan ini petani bisa belajar dari kondisi yang sebenarnya,” imbuhnya. (Roz)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *