SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Belasan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tuban, Jawa Timur, Kamis (1/5) malam menyalakan lilin di monumen Adpada Pancasila Jalan RE Martadinata Tuban. Sambil berorasi kebangsaan, aksi damai ini sebagai wujud peringatan hari lahirnya Pancasila tanggal 1 Juni.
“Upaya ini untuk memperkuat Nasionalisme kader di era milenial,” ujar Ketua DPC GMNI Tuban, Nabrisi Rohid, kepada suarabanyuurip.com, ketika ditemui setelah aksi.
Naha sapaan akrabnya menegaskan, Pancasila merupakan pondasi dari Negara Indonesia. Sudah seharusnya sebagai warga negara memperingatinya, sebagai bentuk rasa kepedulian terhadap perjuangan para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.
Pancasila sebagai hasil dari satu kesatuan proses yang dimulai dengan rumusan Pancasila tanggal 1 Juni 1945. Baru kemudian dipidatokan Ir. Sukarno pada sidangÂ
Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sebagai embrio lahirnya Pancasila.
Berawal dari pidato Soekarno tersebut akhirnya dirumuskan Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945. Finalnya perumusan Pancasila tanggal 18 Agustus 1945.
Setelah mengelilingi monumen Pancasila, para kader secara bergantian membacakan puisi. Terakhir ditutup diskusi mengenang pancasila sebagai ideologi bangsa.
Hal yang perlu diingat, penetapan hari lahirnya Pancasila tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 24 Tahun 2016. Oleh karena itu, sebagai kader GMNI dan warga Indonesia, kami mengakui bahwa Pancasila lahir pada 1 Juni.
“Hal ini bukan pertama kalinya kita lakukan peringatan hari Pancasila,” jelas pria kelahiran Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Apabila mengulas kelahiran Pancasila, maka tak terelakkan bahwa ia merupakan wujud dari kebhinekaan di negeri ini. Pancasila lahir dari benih pemikiran anak bangsa.
Sudah barang tentu paham akan konteks Negara Indonesia yang sebelumnya dikenal dengan penamaan Nusantara. Pancasila sebagai dasar negara sudah bersifat final. Sebagai generasi penerus bangsa sudah selayaknya ikut mengawal, sekaligus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegas alumnus Unirow Tuban.
Dalam keadaan apapun, GMNI selalu siap menjadi pengawal Pancasila. Siap menjaga keutuhan NKRI. Siap menjadi garda terdepan melawan organisasi yang berpaham radikalisme yang mengancam Pancasila dan NKRI.
“Melalui pengamalan nilai Pancasila kita dapat hidup rukun, bergotong royong, dan menjadi pribadi yang berkarakter kebhinekaan,†tandasnya. (Aim)