SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Seorang sopir kendaraan Grand Max bernopol B 9347 BCK asal Kota Surabaya, Iswanto, terpaksa harus berurusan dengan petugas berwajib. Sepulangnya dari Kabupaten Cirebon, Jawa Tengah, pria kelahiran Madura ini diduga positif menggunakan pil ekstasi setelah di tes urine petugas gabungan di Terminal Kambang Putih Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
“Terakhir minum pil warna kuning setahun lalu di Surabaya,” ujar Iswanto, kepada suarabanyuurip.com, setelah terjaring operasi pencegahan Laka Lantas, Senin (5/6/2017).
Pria bertubuh gempal ini awalnya takut berkata sebenarnya kepada petugas. Butuh beberapa menit untuk meyakinkan dan memberi pengarahan tentang maksud dan tujuan operasi ini. Di hadapan Kasatresnarkoba Polres Tuban, I Made Pattera Negara, pria beranak dua tersebut tidak bisa mengelak. Apalagi petugas Dokpol RS Bhayangkara Wahyu Tutuko Bojonegoro telah menguji tes menggunakan kertas lakmus tiga kali.
“Jujur saja kalau pernah pakai ekstasi,” tanya I Made.
Mendengar pertanyaan semacam itu, akhirnya dia mau membuka mulutnya. Hanya saja dia tidak mengatakan kalau pil yang diminumnya itu ekstasi.
“Itu pil di kasih temen,” jawabnya.
Setelah mengakui apa yang diperbuatnya, petugas langsung menggeledah dompet dan saku celananya. Hanya ditemukan beberapa surat, dan jimat keselamatannya berwarna hitam.
Menyikapi hal ini Kapolres Tuban, AKBP Fadly Samad, bakal mendalami sopir yang positif terindikasi memakai ekstasi. Saat ini petugas melakukan penyelidikan lanjutan apa yang diminum. Sekaligus menentukan langkah rehabilitasi atau sebaliknya.
“Iswanto ini sempat kabur tapi berhasil dikejar petugas,” jelasnya.
Selain Iswanto, ada satu sopir yang juga positif memakai barang terlarang setelah dites urinnya, Abdul Muhith Ishari. Pria asal Gresik ini mengaku baru saja meminum Hemaviton. Untuk membuktikannya botol minumal suplemen langsung ditunjukan ke petugas.
“Tak pernah memamakai Narkoba atau Narkotika,” tegasnya.
Untuk membuktikannya, Kapolres meminta Kasatresnarkoba Polres untuk mendapingi Abdul Muhith kencing kedua kali. Hasilnya tetap positif sama dengan tes urine pertama.
Diketahui, operasi tes urine mencegah laka lantas di wilayah Tuban ini menyasar 100 sopir bus dan kendaraan angkutan barang. Giat ini akan terus dilakukan sampai berakhirnya operasi Ramadania 2017.
Diharapkan sebelum berangkat, setiap pengemudi memastikan kondisi fisiknya fit. Sekaligus membawa surat kendaraan. (Aim)