SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Jabanusa meminta ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) terus menjaga komunikasi dengan awak media. Upaya ini untuk mendukung operasi produksi Lapangan Banyuurip, Blok Cepu yang kini telah mencapai 200 ribu Barel Per Hari (Bph).
“Komunikasi antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas dengan wartawan harus dibangun estafet,” ujar Humas SKK Migas Jabanusa, Priandono Hernanto, dalam sambutanya pada acara buka puasa bersama EMCL dan Media di salah satu resto Jalan Teuku Umar Tuban, Selasa (6/6/2017).
Alumnus STIESIA Surabaya 1998 ini bangga dengan EMCL, karena selama ini istiqomah menggelar acara buka puasa bareng jurnalis di Kabupaten Tuban maupun Bojonegoro. Meski acara hanya dikemas sederhana, tapi tak sedikitpun mengurangi solidaritas kedua belah pihak.
“Tanpa adanya support dari media tentu sulit meningkatkan produksi Migas Lapangan Banyuurip,” jelas pria kelahiran Surabaya.
Sementara itu, Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexi Mawardijaya, mengucapkan terimakasih atas kehadiran wartawan Tuban dan perwakilan SKK Migas Jabanusa. Sebagai kehormatan momen yang berkah di bulan puasa ini, kita dapat sharing informasi seputar Migas.
Saat ini pihaknya masih menunggu proses finalisasi adendum Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Sekaligus melakukan serangkaian tes sumur dan fasilitas produksi.
“Sejauh ini tak ada kendala dan akan dimaksimalkan,” sambung pria yang tahun ini berencana berangkat ke Tanah Suci.
Untuk penambahan produksi ini telah diperhitungkan dampaknya terhadap pipa yang mengarah ke FSO Gagak Rimang. Tak ada investasi baru, dan alat yang ada dioptimalkan.
Hanya saja pada saat peningkatan produksi, frekuensi lifting minyak lebih sering. Sebelumnya lima hari sekali, sedangkan saat ini bisa dua sampai tiga hari.
Meningkatnya produksi Lapangan Banyuurip, dipastikan tidak mengurangi masa produksi puncak. Awalnya pada saat pengembangan jumlah cadangan pada reservoar kurang dari 450 juta Bph. Setelah menggunakan teknologi baru, akhirnya ditemukan cadangan baru jumlahnya mencapai 729 juta Bph.
“Naiknya 60 persen cadangan yang ada,” terangnya.
Untuk memperoleh cadangan inipun bertahap. Tahun ini pihaknya juga berencana mengembangkan lapangan Kedung Keris (KDK) dengan produksi 5.000-9.000 Bph.
“Dengan ditemukannya cadangan ini semoga dapat mengurangi impor minyak,” pungkasnya. (Aim)