Oknum Danramil Labrak Dokter RS Medika Mulia

Punawirawan TNI meninggal

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Meninggalnya purnawirawan TNI, Purnomo (53) Rabu (7/6/2017) pukul 20:00 WIB di Rumah Sakit (RS) Medika Mulia Tuban, Jawa Timur, diduga adanya kesalahan prosedur perawatan dari manajemen RS.

Tak terima dengan hal itu, oknum Danramil Kecamatan Tuban, Kapten Lasminto langsung melabrak dokter yang bertugas merawat korban.

“Kalau dokter cepat datang pasti kejadiannya tidak seperti ini,” ujar Kapten Lasminto kepada suarabanyuurip.com, ketika dikonfirmasi di RS Medika Mulia Tuban.

Purnomo merupakan mantan anggota sekaligus tetangga Kapten Lasminto, di Perumahan Widengan, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding. Informasi dari Istri Purnomo, Fatimah, suaminya sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit setempat karena penyakit darah tinggi.

Korban dirujuk ke RS Medika Mulia juga karena penyakit serupa sejak Selasa (6/6) pagi. Selama dua hari berada di RS, kondisi korban belum membaik.

Tepat pukul 15:50 WIB hari Rabu (7/6), kondisi korban kritis. Pada saat itu juga, dokter jantung bernama Hari tidak ada ditempat. Sedangkan dokter penggantinya bernama Susi juga tidak ada ditempat. Justru dokter Susi melayani pasiennya di tempat praktiknya.

Baca Juga :   Kementerian PAN-RB Rampingkan 3.414 Jabatan Pelaksana Menjadi 3 Klasifikasi

“Saat saya datangi tempat praktiknya, dokter Susi kaget kenapa bukan keluarga korban yang menemuinya,” terang Lasminto menirukan statmen dokter Susi.

Mendengar ungkapan itu, Kapten Lasminto tak banyak argumen dan langsung meminta dokter itu cepat datang menangani Purnomo. Awalnya dokter Susi menolak, dan meminta waktu melayani semua pasien yang telah lama mengantre.

Sepulangnya dari tempat praktik dokter RS Medika Mulia, Kapten Lasminto menerima kabar kalau mantan anggotanya telah tiada sekitar pukul 20:50 WIB. Mendengar kabar duka tersebut, Lasminto menduga kematian Purnomo diduga keteledoran dokter dan perawat rumah sakit.

“Sampai jenazah korban dibawa menggunakan ambulance tak satupun dokter datang,” jelasnya.

Dalam penanganan jenazah, perawat RS juga dinilai lamban. Lasminto diminta untuk mengurus semua adminitrasi sebelum korban dibawa ke rumah duka. Padahal jenazah harus segera dibawa kekediamannya.

“Bagaimana kalau kalian yang meninggal apa mau diperlakukan seperti ini,” tegasnya.

Saat awak media berusaha meminta nomor telepon humas maupun direktur RS Medika ke perawat, tak satupun yang mau memberi.

Baca Juga :   Tim Penggerak PKK Tuban Nilai Lomba Green & Clean di Socorejo

Sampai berita ini ditulis, wartawan media ini masih berusaha mencari konfirmasi dari pihak RS Medika Mulia terkait kelalaian dokter selama 4 jam sampai korban meninggal. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *