SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – PT Pertamina secara resmi menunda target operasi Kilang Tuban, Jawa Timur, sampai tahun 2024. Selain faktor finansial yang sedang seret, Direktur Utama PT Pertamina, Elia Masa Manik ingin lebih detail membicarakan progres Kilang salah satunya dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.
Hal tersebut dibenarkan Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Satya Widya Yudha kepada suarabanyuurip.com melalui pesan singkatnya, Kamis (8/6/2017). Politisi partai Golkar ini menjelaskan Dirut baru Pertamina sedang mengkaji ulang aspek pendanaan proyek-proyek kilang.
“Kondisi finansial Pertamina kelihatannya tidak mendukung,” ujar pria kelahiran Kediri 1961 ini.
Penundaan kilang baru (Grass Root Refinery/GRR) Tuban ini, disampaikan Pertamina pada rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR hari Rabu (7/6/2017) kemarin di Jakarta.
Waktu itu, Direktur Mega Proyek dan Petrokimia Pertamina, Rachmad Hardadi, menjelaskan untuk kilang grass root refinery (GRR) Tuban, target beroperasi pada 2024. Statusnya Joint Venture Agreement (JVA) dengan Rosneft telah ditandatangani pada 5 Oktober 2016 lalu.
Technical Feasibility Study (FS) selesai di kuartal 2017, kemudian bankability report akan diselesaikan di kuartal II 2017. Sedangkan licensor selection sedang berjalan, akan selesai di kuartal II 2017.
Lebih dari itu, untuk Pre-Inverment Decision (PID) Rachmad akan menyelesaikan kuartal II-2017. Analisis Mengenai Dampak Lingkungam (Amdal) diselesaikan kuartal III 2017.
BED dimulai di kuartal III 2017, dan pembahasan skema kerjasama pemanfaatan lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di empat desa Kecamatan Jenu, Tuban.
Saat dikonfirmasi hal ini, Kabag Humas dan Protokol Setda Tuban, Agus Wijaya terkejut dan mengaku belum menerima informasi penundaan dari Pertamina.
“Belum ada info,” pungkas mantan Camat Montong. (Aim)