SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) batal datang ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada 3 Juli 2017. Setelah adanya penundaan operasi kilang New Grass Root Refinery (NGGR) Tuban sampai tahun 2024, Groundbreaking akan dilakukan di bulan September mendatang.
“Groundbreaking tidak jadi awal Juli tapi September 2017,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, Jumat (9/6/2017).
Budi memaparkan sampai sekarang, kebijakan kilang NGGR Tuban masih ada ditangan pusat. Oleh karena itu, adanya penundaan operasi dua tahun dari jadwal awal tahun 2022 tidak berdampak pada persiapan di daerah.
Buktinya tim studi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) kilang terus mengejar target finishing dokumen. Hanya soal tali asih 779 petani di empat desa Kecamatan Jenu, yang belum ada kepastian kapan dananya ditranfer ke rekening petani.
Lebih dari itu, penundaan operasi kilang bukan hanya NGGR Tuban melainkan ada kilang yang bernasib sama. Mulai RDMP Cilacap yang awalnya on stream 2021 akhirnya digeser ke 2023. RDMP Balikpapan semula target on 2020 mundur 2021, RDMP Balong ditarget 2021, GRR Bontang ditarget on 2023.
“Hal ini membuktikan problem bukan ada di daerah tapi masih di pusat,” imbuh mantan Kepala Bappeda Tuban ini.
Disisi lain, penundaan waktu operasi juga memberikan kesempatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) memvalidasi jumlah tenaga kerja lokal. Sampai sekarang pendataan masih berjalan, dan belum ditentukan berapa wargan Jenu yang akan diajukan ke proyek kilang.
Untuk program pelatihan pun juga belum jelas. Pemkab masih menunggu Pertamina, jenis pekerjaan apa saja yang dibutuhkan. Jangan sampai sudah dilatih A, justru yang dibutuhkan B.
Sesuai siaran resmi yang diterima suarabanyuurip.com, Direktur Utama Pertamina, Elia Masa Manik, keberatan jika kebijakannya dianggap penundaan/delay. Elia perlu memastikan front and engineering desaign rampung dulu, baru memulai pembelian/procurement.
Sebenarnya front and engineering desaign dapat selesai bulan Juni ini, dan prosesnya tinggal sedikit. Untuk pekerjaan lain serupa persiapan situs/site preparation jalan terus. Pemindahan apartemen pun juga telah selesai.
“Garis besarnya Pertamina ingin berkomunikasi detail dengan partner kerjanya Rosneft, termasuk seretnya keuangannya,” pungkasnya. (Aim)