Sembilan Desa Usul 12 Item Andal Kilang Tuban

Rapat Amdal Kilang di Surabaya

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Sembilan Kepala Desa (kades) di Kecamatan Jenu, bersama Organisasai Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tuban, Jawa Timur telah mengusulkan 12 item dalam penilaian Analisis Dampak Lingkungan (Andal) pembangunan kilang Pertamina-Rosneft.

Usulan tersebut disampaikan dalam rapat komisi penilai Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Kilang Tuban di ruang rapat Hotel Garden Palace Jl Yos Sudarso No 11 Embong Kaliasin Kota Surabaya hari Kamis (8/6) kemarin.

“Sebanyak 12 item masukan sembilan desa itu akan ditindaklanjuti setelah lebaran Idul Fitri di Tuban,” ujar Sekretaris Camat (Sekcam) Jenu, Suwoto, melalui surat yang dikirimkan kepada suarabanyuurip.com, Jumat (9/6/2017).

Masukan tersebut meliputi, percepatan pembayaran tali asih kepada penggarap lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pengajuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pelatihan pra proyek, proyek, dan operasi kepada masyarakat sembilan desa terdampak.

Klasifikasi pra proyek yakni ekonomi produktif (peralihan mata pencaharian). Saat proyek yakni ketenagakerjaan menyesuaikan kebutuhan project. Sedangkan pada waktu operasi fokus pada ketenagakerjaan berbasis skill menyesuaikan kebutuhan Pertamina.

Pembentukan forum komunikasi antara perusahaan dengan masyarakat melalui kelembagaan bernama TIM 9. Ditindaklanjuti dengan pendirian pusat kegiatan masyarakat sembilan desa terdampak pembangunan Pertamina-Rosneft.

Baca Juga :   DBH Rendah Dibandingkan Kerusakan Infrastruktur

Jaminan pekerjaan bagi masyarakat dengan komposisi 60% masyarakat sembilan desa terdampak. Skala prioritas bagi penggarap lahan kurang lebih 779 orang, yang digunakan oleh Pertamina serta nelayan yang kehilangan pekerjaanya dampak dari pembangunan pelabuhan.

“Item kelima penggantian terumbu karang yang terancam rusak akibat pembangunan pelabuhan,” imbuh pria yang hobi olahraga sepatu roda.

Kades juga meminta ada relokasi wisata pasir putih Remen, dan pemberian tali asih bagi pedagang kurang lebih 84 orang di wisata setempat. Pembangunan klinik dan jaminan kesehatan bagi masyarakat, dengan bentuk kartu Pertamina sehat. Sekaligus pengadaan mobil siaga untuk sembilan desa terdampak.

Pertamina-Rosneft diminta memberikan bantuan operasional untuk lembaga pendidikan formal dan non formal. Sekaligus beasiswa bagi siswa tidak mampu dan berprestasi di sembilan desa.

Segera ada pembangunan sport center dan balai latihan kerja di wilayah Kecamatan Jenu. Adanya bantuan operasional pemerintah desa yang disalurkan melalui APBDes.

“Para Kades juga minta pendirian sekolah Migas di wilayah Kecamatan Jenu,” terangnya.

Baca Juga :   Proses TKD Gayam Hampir Selesai

Item terakhir adanya jaminan prioritas kesempatan dan pembinaan kepada pengusaha di sembilan desa terdampak. Hal ini sebagai bentuk kontribusi positif, dan berperan aktif turut serta dalam pembangunan mega proyek Pertamina-Rosneft.

“Yang paling penting tali asih dibereskan dulu,” pinta Kades Wadung, Sasmito saat dikonfirmasi di kantor desanya.

Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tuban, Sunarko, juga membenarkan soal 12 item permintaan para Kades dan OPD terkait. Untuk waktu tindaklanjut belum ditentukan, hanya saja tempatnya di Kabupaten Tuban.

“Waktu rapat KLHK belum bisa memutuskan dan akhirnya disepakati ditindaklanjuti di lokasi Kilang Tuban,” tandasnya.

Usulan ini ditandatangani langsung oleh Kades Kaliuntu, Murtadho, Kades Beji, Zainul Arifin, Kades Wadung, Sasmito, Kades Rawasan, Hendro, Kades Mentoso, Saji, Kades Remen, Eko Prasetyo, Kades Tasikharjo, Damuri, Kades Sumurgeneng, Muntari, dan kades Purworejo, Muksamiadi.

Mengetahui Muspika Kecamatan Jenu, Camat Jenu, Rohman Ubaid, Kapolsek, AKP Yani Susilo, dan Danramil Jenu, Kapten Gaguk Sunarso. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *