SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Adanya rencana pengembangan sumur Migas Tapen 3 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori sangat diapreasi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, Jawa Timur. Hal krusial yang wajib diperhatikan Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4, sebagai oeprator adalah Migas harus selalu menyejahterakan rakyat.
“Komunikasi dengan warga harus ditingkatkan,” ujar Ketua Komisi B DPRD Tuban, Karjo, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, di gedung dewan, Senin (12/6/2017).
Politisi PDIP Tuban ini tak ingin gejolak di sekitar Lapangan Migas Tapen kembali terjadi. Sebagai perusahaan plat merah, Pertamina EP Asset 4 harus memperhatikan kondisi infrastruktur maupun Corporate Social Responsibility (CSR)-nya.
Berdasarkan temuannya, gejolak sosial warga Senori rata-rata akibat jalan rusak. Serupa terjadi pada waktu pemboran sumur Tapen 02 medio 2016 lalu. Belajar dari hal itu, operator Migas perlu melakukan sosialisasi rutin kepada warga.
“Sosialisasi bukan hanya formal di kecamatan saja tapi juga informal,” jelasnya.
Karjo juga sepakat dengan rekomendasi Dinas Lingkungan Hidup (LH), waktu rapat pembahasan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL) Tapen 3 beberapa waktu lalu.
Selama ini komunikasi menjadi kunci penting mengurai polemik di desa penghasil Migas. Serupa disampaikan Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Ali Masyar saat berbuka puasa bersama KKKS dan Bupati Tuban, Fathul Huda di Pendapa Krida Manunggal Tuban.
Camat Senori, Sugeng Purnomo, juga menginginkan Pertamina EP Asset 4 mengoptimalkan program CSR-nya untuk pemberdayaan masyarakat. Bersama-sama harus merubah mindset warga, supaya tidak melulu bermimpi bekerja di perusahaan Migas.
“Lebih penting mandiri dan membuka lapangan usaha bagi warga lain,” pintanya.
Lebih dari itu, pendampingan program CSR harus digalakan kembali. Artinya program jangan hanya sekedar seremonial, tapi harus dipastikan penerimanya mandiri dan mampu mengembangkan.
Meskipun baru menjabat camat, Sugeng mengapresiasi propgram CSR Pertamina EP berupa ternak sapi di Desa Wonosari, bank sampah di Desa Banyuurip, ternak kambing di Desa Sidoharjo, maupun bantuan sosial berupa infrastruktur.
Terpisah, Field Manager Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Heru Irianto, mengaku komitmen menyejahterakan warga sekitar operasi Migas. Untuk program pemberdayaan masyarakat di Desa Sidoharjo, Wonosari, dan Banyuurip, Kecamatan Senori pada semester 2 tahun 2017 akan dikoordinasikan dengan humasnya.
“Maaf, Mas. Saya baru tune in besok akan saya coba cari tahu ke humas,” pungkasnya. (Aim)