SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Seorang pedagang cao di Pasar Dander, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang terbukti mencampurkan boraks dan pewarna tekstil pada dagangannya hanya diberi pembinaan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). Padahal kedua bahan yang dicampurkan dalam cao tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan konsumen.
“Kita sudah beri pengarahan agar dia tidak lagi menjual caonya karena mengandung bahan berbahaya,” kata Humas Dinas Kesehatan Bojonegoro, Suharto, yang meminta kepada suarabanyuurip.com untuk tidak menyebutkan identitas pedagang cao, Selasa (13/6/2017).Â
Cao mengandung boraks dan pewarna tekstil ini ditemukan tim satuan tugas keamanan pangan Bojonegoro saat melakukan inspeksi mendadak di Pasar Dander Senin (12/6/2017) kemarin. Sidak dipimpin langsung Bupati Bojonegoro, Suyoto.
“Tidak ada penyitaan atau tindakan lainnya, karena itu wewenang Kepolisian. Kita hanya membina saja,” tegas Suharto.Â
Dari hasil klarifikasi yang dilakukan tim satgas kepada pedagang cao, barang yang dijual tersebut didapatkan dari salah satu produsen yang juga berada di wilayah Dander. Hanya saja ketika disinggung siapa produsen cao itu, Suharto kembali tidak mau mengungkapnya.
Namun demikian, dari pemantauan di seluruh pasar dan pusat perbelanjaan lainnya di Kabupaten Bojonegoro, pihaknya menjamin tidak ada makanan yang mengandung bahan berbahaya.
“Kami hanya menemukan satu pedagang cao itu di Pasar Dander, yang lainnya aman,” tegasnya.Â
Selain cao, tim satgas keamanan pangan juga menemukan sayur mayur berwarna hijau yang mengandung peptisida yang dijual di Pasar Dander.(rien)Â