SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Sebagai wujud kepedulian terhadap kenyamanan dan kepuasan peserta dalam hal memperoleh pelayanan kesehatan, jelang Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menerapkan kebijakan khusus terkait prosedur palayanannya.
Para peserta JKN-KIS yang sedang mudik lebaran tahun ini, dijamin bisa memperoleh pelayanan kesehatan dengan prosedur yang lebih sederhana.
Kepala BPJS Cabang Bojonegoro, Muh. Masrur Ridwan saat menggelar konferensi pers bersama media, Kamis (15/6/2017) dikantor cabang BPJS Bojonegoro, menyampaikan, ketika melakukan perjalanan mudik agar tidak lupa membawa kartu ini sebagai bentuk antisipasi.
“Kartu ini dapat dimanfaatkan diseluruh Indonesia,” katanya.
Hal ini dalam rangka mendukung kelancaran peserta yang sedang mudik. Menurutnya BPJS Kesehatan membuka posko mudik di 8 titik di seluruh Indonesia baik di Pelabuhan, terminal dan stasiun yang dilaksanakan mulai tanggal 21 sampai dengan 24 Juni 2017 mendatang.
Di posko mudik nanti peserta BPJS Kesehatan dapat mendapatkan beberapa fasilitas antara lain konsultasi kesehatan, fasilitas rileksasi/istirahat bagi pemudik yang memerlukan, pemeriksaan kesehatan sederhana.
Memberikan obat-obatan yang diperlukan sesuai kebutuhan, tindakan sederhana yang bersifat emergency. Di posko nanti juga bisa memberikan rujukan bilamana sangat diperlukan dan melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat.
BPJS selain menyediakan posko mudik juga memberikan kemudahan informasi peserta JKN, KIS dan BPJS Kesehatan meluncurkan aplikasi mudik BPJS Kesehatan.
“Selain itu juga diterapkan kebijakan khusus terkait prosedur pelayanan,” imbuhnya.
Dikatakan penerapan kebijakan ini dilakukan sebagai wujud kepedulian BPJS Kesehatan terhadap kenyamanan dan kepuasaan peserta JKN KIS. Tujuan penerapan kebijakan khusus dalam prosedur pelayanan kesehatan ini adalah untuk memudahkan peserta dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang diperlukan.
Sehingga pesera JKN KIS yang sedang mudik tetap bisa memperoleh pelayanan kesehatan, baik saat dalam perjalanan maupun saat telah sampai ke tempat tujuannya.
Sedangkan untuk Kabupaten Bojonegoro pelayanan dilakukan mulai di dokter keluarga atau fasilitas layanan dasar seperti Puskesmas.
Apalagi selama lebaran nanti faskes tingkat pertama tetap terbuka dan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
“Serta rumah sakit baik rumah sakit pemerintah atau rumah sakit yang bermitra dengan BPJS Kesehatan,” imbuhnya.
Jika terjadi kejadian emergency maka langsung bisa menuju rumah sakit. Namun jika tidak diharapkan menggunakan Faskes pertama atau dokter keluarga yang sudah ditunjuk oleh masing-masing peserta. (rien)