Berharap 779 Petani Jenu Sabar Menunggu Tali Asih

Tali asih petani kilang tuban

SuaraBanyuurip.com - Ali Imron

Tuban – Menjelang lebaran Idul Fitri 1438 Hijriyah, Muspika Jenu, Jawa Timur, berharap 779 petani Desa Wadung, Rawasan, Mentoso, dan Kaliuntu untuk bersabar menunggu transfer tali asih proyek Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban.

Informasi dari Pertamina, saat ini tinggal finishing adminitrasi kesepakatan dengan Kementerian Ligkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebagai pemilik lahan kilang. Sedangkan untuk ganti rugi tanam Rp20 juta/hektar, maupun adminitrasi tim Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) sudah beres.

“Kelihatannya tinggal kesepakatan lahan Pertamina dengan KLHK,” ujar Sekretaris Camat (Sekcam) Jenu, Suwoto, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, melalui teleponnya, Sabtu (17/6/2017).

Hasil inventarisasi antara Pertamina, KLHK, Muspika Jenu, dan Kepala Desa (Kades) empat desa dalam pertemuan di Jakarta  pada akhir bulan Maret lalu, disepakati ada 779 petani yang menggarap di lahan seluas 326.0297 Hektar (Ha).

Mengapa jumlah penggarap lebih sedikit dari data sebelumnya, karena satu orang ada yang memiliki garapan beberapa petak.

Rincian jumlah penggarap yang menerima tali asih, di Desa Wadung ada 404 orang, 49 orang di Desa Kaliuntu, 100 petani Desa Rawasan, dan 226 petani di Desa Mentoso.

Baca Juga :   DPRD Tuban Bungkam

“Dari 779 petani Jenu bakal menerima tali asih sekira Rp 6.520.000.000 melalui rekeningnya,” imbuh pria yang hobi olahraga sepatu roda ini.

Perwakilan Pertamina, Robertus Rusdiyanto saat berkunjung di Kecamatan Jenu, juga belum dapat memastikan kapan ganti rugi tanam ini cair. Sebagai staf di perusahaan plat merah, Rusdi hanya bisa mengupayakan secepatnya.

Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Tuban, Sunarko, membenarkan dalam pertemuan di kantor Kecamatan Jenu, Jumat (16/6) kemarin sembilan kades sangat menunggu kabar baik tali asih ini. Hanya Rusdianto belum dapat memastikan kapan waktu petani menikmati tali asih.

Diberitakan sebelumnya, karena keuangan Pertamina sedang seret target operasi Kilang Tuban, Jawa Timur, ditunda dari semula 2022 menjadi tahun 2024. Direktur Utama PT Pertamina, Elia Masa Manik ingin lebih detail membicarakan progres Kilang bersama Rosneft maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.

Untuk menggarap enam proyek kilang, Pertamina membutuhkan dana sekitar US$ 36,27 miliar atau lebih dari Rp 471 triliun.

Perinciannya untuk Kilang Balongan sebesar US$ 1,27 miliar, Kilang Balikpapan US$ 5,3 miliar, Kilang Cilacap US$ 4,5 miliar, dan Kilang Dumai US$ 4.2 miliar. Sedangkan untuk kilang NGGR Tuban harus menyiapkan dana US$ 13 miliar dan Kilang Bontang US$8 miliar. (Aim)

Baca Juga :   DBH Migas Tuban Gagal Bayar

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *