Tak Lupa Berikan Hak Yatim Sekitar Pabrik SG

SG Santuni anak yatim

SuaraBanyuurip.com – Ali Imron

Tuban – Selama 20 tahun lebih, PT Semen Gresik (SG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tak pernah lupa memberikan hak warga termasuk yatim di sekitar pabrik. Tak kurang dari 1.500 yatim dari Kecamatan Kerek, Merakurak, Jenu, dan Tuban menerima santunan uang tunai dan souvenir di Perumdin Graha Sandya Tuban.

Direktur Utama (Dirut) PT SG, Sunardi Priono Murti, menjelaskan, kegiatan tahunan ini wajib dilakukan karena masuk bagian program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan BUMN. Baginya peduli terhadap warga khususnya yatim, menjadi bagian doa supaya produksi semen Tuban tetap lancar.

“Sampai dengan tahun ini kami bersyukur diberikan kesempatan istiqomah berbagi di bulan suci Ramadan 1438 Hijriyah,” ujar mantan direktur keuangan PT SG pada 2013 silam ini.

Selain yatim, hadir pula seluruh Karang Taruna (Kartar), pemuda Anshor, Muhammadiyah, 327 petani binaan SG, dan jajaran Forkopimda Tuban. Mereka juga menerima santunan dari PT SG.

Lebih dari itu, pabrik semen yang beroperasi di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek ini juga rutin memberikan program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya kepada petani, maupun Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

Baca Juga :   Masih Ditemukan Produksi Arak Tuban

“Hal ini menindaklanjuti pesan Bupati Tuban untuk ikut menurunkan angka kemiskinan yang kini naik menjadi 17,14%,” ungkapnya.

Bupati Tuban, Fathul Huda, sangat mengapresiasi komitmen PT SG yang lebih dari 23 tahun mengawal Bumi Wali (sebutan lain Tuban). Mari bersama-sama sinergi untuk saling menguntungkan, demi kesejahteraan rakyat.

“PT SG perusahaan BUMN yang paling rajin dan istiqomah berbagi,” jelasnya.

Sementara, pengurus Kartar Desa Kapu, Kecamatan Merakurak, Solahuddin, mengucapkan terimakasih kepada perusahaan. Mewakili pemuda di wilayahnya, alumnus Unirow Tuban ini ingin ada program pemberdayaan berbasis kewirausahaan.

“Pemuda harus dilatih dan diubah mindsetnya supaya lebih mandiri,” pintanya.

Menyikapi permintaan Kartar, Sunardi membuka tangan dan siap menerima masukan dari siapapun. Semisal di desa ada potensi apa untuk menyejahterakan masyarakat, disampaikan saja dan akan dibantu.

“Itu yang kami inginkan ada timbal balik supaya terbentuk komunikasi dua arah,” pungkasnya. (Aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *