SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dijadwalkan akan segera mengunjungi Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Rencana kunjungan tersebut dalam rangka tindaklanjut reaktivasi Lapangan Terbang (Lapter) Ngloram di Kecamatan Cepu.
“Alhamdulillah ada sambutan yang positif dari Kemenhub. Insya Allah bulan depan atau Agustus, Kemenhub akan mengunjungi Kabupaten Blora guna menggelar rapat lanjutan bersama Kementerian ESDM dan juga Pemprov Jateng agar bisa memberikan dukungan untuk Ngloram,†ujar Wakil Bupati Blora, Arief Rohman, Kamis (22/6/2017).
Dia menyampaikan, bahwa Kemenhub telah melaksanakan rapat tindak lanjut rencana reaktivasi Lapter Ngloram di Kecamatan Cepu menjadi Bandara di Kemenhub pada hari Selasa (20/6) lalu.
Dalam rapat itu, dirinya hadir didampingi oleh Kepala Bappeda Blora, Sutikno Slamet, Kepala Dinas Perumahan Pemukiman Perhubungan (Dinrumkimhub) Samsul Arief serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Samgautama Karnajaya.
Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Sesditjen Perhubungan Udara M Pramintohadi Sukarno itu diungkapkan, bahwa Kemenhub memberikan sinyal positif untuk mendukung pengaktifan kembali Bandara Ngloram bahkan sudah dilakukan kajian yang siap diajukan ke Menteri Perhubungan.
Tidak hanya rapat saja, Kemenhub dan Kementerian ESDM akan meninjau langsung kondisi terkini Lapter Ngloram yang ada di Desa Ngloram, Kecamatan Cepu.
“Nanti sekalian meninjau lokasi Ngloram untuk memetakan master plan pembangunannya. Mohon doanya agar proyek ini bisa berjalan lancar dan bisa berdampak positif untuk peningkatan perekonomian Blora,†lanjut Arief Rohman.
Kepala Dinrumkimhub, Samsul Arief, membenarkan, bahwa Kemenhub dan Kementerian ESDM akan menggelar rapat lanjutan di Blora.
“Aset Ngloram milik Kemen ESDM akan diserahkan ke Kemenhub dan dikembangkan menjadi Bandara Ngloram. Untuk mempersiapkan itu akan dilakukan rapat lanjutan di Blora, yang akan dihadiri juga dari Pemprov Jateng,†ucapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab akan memasukkan rencana pembangunan bandara ini dalam perubahan Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW). Begitu juga dengan DPUPR diminta untuk memetakan perbaikan akses jalan menuju lokasi bandara. (ams)