SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban– Tujuh bulan menjelang berakhirnya kontrak Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB P-PEJ) di Blok Tuban, belum ada kepastian soal masa depan pekerja Migas. Beredar kabar nasib pekerja tetap maupun kontrak bakal ditentukan manajemen pusat.
“Untuk masa depan pekerja yang menentukan JOB P-PEJ Jakarta,†ujar Field Admin Superintendent (FAS) JOB P-PEJ, Akbar Pradima, ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com melalui sambungan teleponnya, Kamis (22/6/2017) kemarin.
Sebagai tim pelaksana di Lapangan Sukowati, Bojonegoro, maupun Mudi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Akbar hanya fokus pada operasi produksi Migas. Untuk persoalan lain kewenangannya pusat.
Apakah nanti semua pekerja di rekrut Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) baru atau Pertamina, dia belum mengetahuinya. Hanya saja dapat dipastikan, pekerja skill akan digunakan kembali dalam mengelola Blok Tuban.
“Yang posisi kunci pasti direkrut kembali karena sudah paham seluk beluk peralatan Migas,†jelasnya.
Beberapa waktu lalu, Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Masyhar, menegaskan, bahwa Petrochina bakal meninggalkan lapangan Migas Blok Tuban yang telah dikelolanya sejak tahun 1998.
“Dalam konsep JOB, Pertamina nanti masih tetap sebagai kontraktor di Blok Tuban,” tegas Ali Masyhar.
Selama ini dalam JOB P-PEJ di WKP Blok Tuban, Pertamina memegang saham 50 persen. Petrochina 25 persen, dan Medco E&P Tuban sebanyak 25 persen. Pada perkembangannya saham 25 persen dari Medco E&P Tuban, telah dibeli oleh Pertamina.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban, Budi Wiyana sangat berharap setelah kontrak habis tidak ada yang di berhentikan. Khusus untuk Petrochina apabila tidak menjadi operator lagi, diharapkan membawa Naker lokal ke wilayah kerjanya yang lain.
Sekalipun harus dilakukan PHK, operator harus memenuhi semua hak-hak pekerja termasuk pesangon. Selain itu, bagi Pertamina (Persero) yang dikabarkan menjadi operator baru diharapkan dapat melibatkan warga setempat.
Sesuai data Pemerintah Desa (Pemdes) Rahayu, Kecamatan Soko, sampai saat ini ada 200 warga usia produktif yang menjadi karyawan JOB P-PEJ. Selain itu, ada ratusan lulusan SMA maupun SMP yang belum bekerja lantaran masih menunggu rekrutmen Naker dari perusahaan.
“Hampir 80 % pemuda Rahayu masih mengharapkan bekerja di perusahaan Migas, walaupun masa kontrak kerjanya singkat,” pungkas Kepala Desa Rahayu, Sukisno. (Aim)