Pengamanan Lapangan Banyuurip Diperketat

Fly over

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro – Pemandangan perbeda terlihat di flyover (jalan layang) menuju Lapangan Migas Banyuurip, Blok Cepu, di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Akses utama keluar dan masuk kendaraan menuju lokasi produksi yang dikendalikan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), anak perusahaan raksasa migas asal Paman Sam, ExxonMobil, itu ditutup dan dijaga oleh skuriti dan petugas Direktorat Pengamanan Obyek Vita Nasional (Ditpam Obvitnas).

Pada hari biasa akses tersebut tidak ditutup dan dilakukan penjagaan ketat. Namun pada momen lebaran baik akses pintu masuk sebelah timur dan tengah, maupun sebalah barat ditutup dan dijaga.

Penjaggaan ini dimulai pada H-1Lebaran Idul Fitri, Sabtu hingga hari ini Senin (24-26/6/2017). Bahkan di sebelah barat dekat akses pintu masuk bagian tengah didirikan sebuah tenda untuk skuriti dan personel Ditpam Obvit.

Penjagaan ini dimungkinkan untuk mengantisipasi para pemudik agar tidak melewati flyover. Karena flyover ini berada di atas jalan Raya Bojonegoro – Cepu.

“Sebagai obyek vital nasional, proyek Banyuurip mendapat perlakuan pengamanan sesuai kebutuhan dan aturan,” kata juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya.

Baca Juga :   Rabuk Ampera Rencanakan Turun Jalan

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, meski libur lebaran Idul Fitri, produksi minyak Lapangan Banyuurip terus digenjot. Tidak semua karyawan libur. Bagian produksi tetap bekerja dengan jadwal seperti biasa.

Produksi Lapangan Banyuurip sekarang ini telah mencapai lebih dari 185 ribu barel per hari (bph). Produksi ini akan ditingkatkan hingga mencapai 205 bph untuk memenuhi target lifting minyak nasional.(suko)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *