SuaraBanyuurip.com -Â d suko nugroho
Bojonegoro – Masih rendahnya sumber daya manusia (SDM) masyarakat sekitar obyek wisata di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, menjadikan mereka belum mampu menangkap peluang usaha untuk meningkatkan ekonominya. Peluang usaha yang sebagian besar ditangkap warga sekitar sekadar jasa parkir.
Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Biro Pariwisata Bojonegoro (ABIPARO), M.Faizin kepada suarabanyuurip.com, Jumat (30/6/2017).
Padahal banyak peluang usaha yang seharusnya bisa ditangkap warga selain jasa parkir untuk mendukung industri pariwisata Bojonegoro. Seperti industri kreatif pembuatan souvenir, maupun hasil olahan makanan baik berupa camilan dan kuliner khas sekitar bagi pengunjung wisata.
“Apalagi sekarang ini industri pariwisata Bojonegoro sedang berkembang pesat. Seharusnya didukung dengan industri kreatif. Ini akan menjadi peluang ekonomi bagi warga sekitar,” ucap Faizin menjelaskan.
Menurut dia, untuk menumbuhkan industri kreatif guna mendukung dunia pariwisata Bojonegoro ini pemerintahkan kabupaten (Pemkab) perlu memberdayakan masyarakat dan pelaku usaha kecil menengah (UMK) sekitar agar lebih kreatif dalam menangkap peluang usaha yang ada.
“Harus ada pelatihan dan bimbingan  UKM secara terus menerus tentang dunia pariwisata. Karena sektor pariwisata tak bisa lepas dengan industri kreatif,” saran Faizin.
Selain pelatihan, tambah Faizin, yang tidak kalah pentingnya adalah akses permodalan bagi warga sekitar untuk membuka usaha baru.
Masih rendahnya SDM warga sekitar obyek wisata dalam menangkap peluang usaha ini dibenarkan oleh pengelola wisata Negeri Atas Angin Bukit Cinta, Rini Utomo. Menurut dia, selama ini warga sekitar masih beranggapan jika industri kreatif belum bisa menjadi andalan untuk menopang ekonominya.
“Seperti membuat souvenir-souvenir, mereka masih malas. Karena jelimet, dan hasilnya tidak seberapa. Sehingga mereka tetap memproduksi meubel,” kata Rini.
Jika kerajinan ini digarap maksimal, Rini optimis dapat menjadi peluang ekonomi. Dia mencontohkan, seperti pembuatan gantung kunci atau sablon kaos khas yang bergambar tentang wisata Angin Bukit Cinta dengan aneka warna.
“Misalnya gantungan kuncinya warna pink. Menyesuaikan pengunjung di sini yang sebagian besar remaja,” ucap Rini masuk akal.
Sekarang ini produk usaha yang disuguhkan kepada pengunjung wisata Negeri Atas Angin Bukit Cinta baru keripik ketela, keripik pisang, dan tales beraneka macam rasa seperti manis, gado-gado, pedes dan keju. Camilan ini merupakan produk ibu-ibu PKK dari desa di wilayah Kecamatan Sekar.(suko)