SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Warga Dusun Kanor, Desa Kanorejo, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sekitar pukul 09:00 WIB digegerkan adanya api yang membakar gudang gabah milik Sanadi (53). Api diduga berasal dari pembakaran sekam yang berada di dekat gudang.
“Dua saksi yang pertama kali melihat asap adalah Santrik dan Karpiah yang merupakan karyawan penggilingan padi milik Sanadi,” ujar Kapolsek Rengel, AKP Musa Bakhtiar, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (5/7/2017).
Seperti biasa, keduanya sedang bekerja menjemur padi / gabah di belakang Selep atau di samping sebelah Barat Gudang Padi. Mendadak ada kepulan asap yang berasal dari dalam gudang.
Mengetahui hal tersebut, saksi kemudian berteriak minta tolong ke warga. Sembari berlari ke arah rumah penduduk untuk memberitahukan ada kejadian kebakaran.
Tak lama, warga berbondong-bondong untuk memadamkan api tersebut menggunakan mesin pompa air. Selang 1 jam kemudian api berhasil dipadamkan.
“Setelah diselidiki ternyata lokasi kebakaran gudang padi tembok menempel dengan lokasi pembakaran sekam / kulit gabah,” imbuh pria humanis itu panjang lebar.
Meskipun sudah 4 hari, tapi tembok gudang padi ikut terbakar dan menjalar ke dalam Gudang. Sekaligus membakar beberapa kayu bakar dan Jerami, Sendeng atap Gudang,
“Kerugiannya hanya material sebesar Rp 7.000.000,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban, Joko Ludiono, membenarkan memasuki musim kemarau masyarakat harus lebih waspada. Terutama menjauhkan objek yang memicu kebakaran dari pemukiman.
Pengendara kendaraan juga dilarang membuang putung rokok sembarangan. Khususnya ketika melintas hutan atau pemukiman.
Sehari sebelumnya, di alas Pakah petak 81 B RPH Pakah, BPKH Plumpang Desa Gesing, Kecamatan Semanding juga terbakar seluas 1/2 meter. Dugaan sementara, kebakaran diakibatkan adanya sabotase dari oknum yang tidak tanggung jawab terhadap keamanan hutan. (Aim)