Tiga Progres Utama Kilang Tuban

happy wulansari

SuaraBanyuurip.comAli Imron

Tuban – Pasca Direktur Utama PT Pertamina, Elia Masa Manik menunda proyek kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur, pada awal Juni lalu, perusahan plat merah patungan Rosneft Oil Company Rusia itu tidak tinggal diam. Sampai medio 2017, sudah ada tiga progres utama yang telah dicapai.

“Salah satu progresnya engineering berupa proses licensor selection,” ujar Area Manager Communication & Relation Pertamina MOR V Heppy Wulansari, kepada suarabanyuurip.com, melalui pesan singkatnya, Senin (10/7/2017).

Sejak awal 2017 sudah ada 30 perusahaan yang berebut mejadi licensor Kilang Tuban. Rencananya akhir kuartal II 2017 pemegang lisensi akan diumumkan.

Proses pemilihan licensor dilakukan untuk mendapatkan teknologi yang sangat menentukan keekonomian dan kehandalan. Proses ini menentukan ketepatan waktu pelaksanaan proses selanjutnya, yaitu Front End Design (FEED) dan engineering, procurement and constructions (EPC). Serangkaian proses ini bagian dari tekad Pertamina menjawab tantangan pasar yang tinggi perhatiannya akan lingkungan bersih.

Pertamina kini juga sedang memproses izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Terakhir sembilan Kepala Desa (kades) di Kecamatan Jenu, bersama Organisasai Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tuban, telah mengusulkan 12 item dalam penilaian Amdal pembangunan Kilang Tuban.

Baca Juga :   Dukung BPK Audit Lingkungan

Masukan tersebut meliputi percepatan pembayaran tali asih kepada penggarap lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pengajuan dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk pelatihan pra proyek, proyek, dan operasi kepada masyarakat sembilan desa terdampak.

Ditambah klasifikasi pra proyek yakni ekonomi produktif (peralihan mata pencaharian). Saat proyek yakni ketenagakerjaan menyesuaikan kebutuhan project. Sedangkan pada waktu operasi fokus pada ketenagakerjaan berbasis skill menyesuaikan kebutuhan Pertamina.

Heppy menambahkan penyiapan lahan di Desa Wadung, Rawasan, Mentoso, dan Kaliuntu Kecamatan Jenu juga menjadi perhatian Pertamina. Tidak kurang dari 779 petani, sampai sekarang masih menggarap di lahan seluas 326.0297 Hektar (Ha).

“Belum adanya ekskusi pengosongan lahan akhirnya para petani kembali menanam jagung,” ujar Kepala Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Sasmito.

Pihak desa berharap segera ada aksi cepat dan tepat dari Pertamina di lokasi Kilang untuk memberikan tali asih sebanyak tiga kali kepada petani.

“Setelah itu, kami baru akan bersinergi ikut terlibat dalam pemberdayaan petani maupun tenaga di usia produktif,” tegasnya.

Baca Juga :   Realisasi ICP Membaik, Penerimaan Negara Naik USD6,99 Miliar

Informasi sebelumnya, Kilang Tuban yang berkapasitas pengolahan 300 ribu barel per hari akan memproduksi 90 ribu barel per hari gasoline, 100 ribu barel per hari diesel dan 30 ribu barel per hari Avtur. Semua hasil produksinya akan berspesifikasi Euro 5 atau lebih tinggi dari tuntutan pasar saat ini Euro 4. (aim)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *