SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Pertamina Eksplorasi Produksi (EP) Asset 4 Cepu Field pekan ini kerja keras karena alat beratnya yang menuju Lapangan Migas Tapen-03 di Desa Sidoharjo, Kecamatan Senori ditahan warga di Desa Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sejak hari Jumat (14/7) kemarin. Penghentian alat berat crane tersebut, karena warga belum menerima surat pemberitahuan apapun dari pemerintah desa maupun kecamatan.
“Belum ada sosialisasi atau tembusan surat ke tingkat desa,†ujar warga Desa Soto, Wakhid, kepada suarabanyuurip.com ketika ditemui di lokasi, Selasa (18/7/2017).
Bersama empat temannya, Wakhid menyegel crane yang didatangkan dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dengan cara menempel sebuah kertas. Saat ini alat berat masih tertahan di Desa Jambangan atau sebelah berat pertigaan Soto.
“Tak ada motif menghalangi kegiatan Migas tapi Pertamina EP harus punya etika memasuki setiap wilayah,†pintanya.
Pemilik lahan yang gunakan parkir alat berat, Sunarji (57) membenarkan, bahwa crane diparkir di depan rumahnya sudah lima hari berjalan. Informasi dari sopir alat berat, pekan ini rencananya akan dibawa ke Sidoharjo.
“Entah apa penyebabnya sampai sekarang belum diambil,†sergah warga Kedungjambangan itu.
Sekretaris Desa (Sekdes) Sidodadi, Kecamatan Bangilan, Widji membenarkan, hingga detik ini pihaknya belum menerima layangan surat dari tim perusahaan plat merah tersebut. Diharapkan surat segera disampaikan, supaya warga mengetahui progres di Lapangan Tapen.
“Kalau warga menghentikan alat berat sudah wajar karena jalan antar desa yang dilalui moving baru saja rampung diperbaiki,†timpalnya.
Belum adanya surat ke wilayah Kecamatan Bangilan dibenarkan Kepala UPTD Pekerjaan Umum (PU) Kecamatan Bangilan, Jiran. Dia juga meminta Pertamina memahami kondisi psikologi masyarakat setempat.
“Sekalipun pusat pemboran di Sidoharjo tapi desa-desa di Kecamatan Bangilan juga harus dihormati,†harapnya.
Segendam seirama dilontarkan Camat Bangilan, Maftuchin Reza. Pria yang sebelumnya bertugas di Kecamatan Widang ini mengaku baru Pemerintah Kecamatan Senori yang menerima surat. Pertama surat sosialisasi perawatan Sumur Tapen-03, dan kedua moving alat berat ke lokasi pemboran minyak.
“Iya kami menerima surat pemberitahuan sosialisasi dan moving,†sergah Camat Senori, Sugeng Purnomo.
Sosialisasi perawatan sumur Tapen dilakukan di Balai Desa Sidoharjo akhir pekan lalu. Sedangkan waktu movingnya belum jelas, karena hanya tertera minggu ketiga pada bulan Juli 2017 tersebut.
“Kami harapan manajemen Pertamina EP Asset 4 Cepu Field belajar dari pemimpin sebelumnya,†timpal warga Desa Jatrisari, Kecamatan Senori, Ahmad Istihar.
Pemuda yang pernah studi di Unirow Tuban, meminta tim lapangan Pertamina EP menggunakan etika atau unggah ungguh di desa. Komunikasi bukan hanya sebatas adminitrasi saja, tapi tatap muka ke tokoh pemuda maupun masyarakat perlu dilakukan.
Tertahannya crane Lapangan Migas Tapen-03 dibenarkan oleh Asset 4 Government & Public Relation Assistant Manager PT Pertamina EP, Pandjie Galih Anoraga. Alat berat tersebut bertolak dari Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sejak hari Rabu (12/7) malam.
Sebenarnya dari tim Pertamina sendiri sudah menyampaikan surat pemberitahuan kepada desa-desa yang dlintasi. Bahkan telah dilakukan sosialisasi langsung ke warga Dusun Tapen, Desa Sidoharjo.
“Sempat ditahan sama warga, Mas,†beber Pandji.
Untuk mengurai kesalahpahaman tersebut, sekarang tim keamanan yang handle moving sedang berkoordinasi dengan pemerintah desa, dan masyarakat. Harapannya agar alat berat Pertamina segera diizinkan untuk melintas.(Aim)