SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban – Kementerian Koperasi dan UKM RI bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) berjanji bakal menjadikan tenun Gedog khas Kabupaten Tuban, Jawa Timur, percontohan dalam Rakernas Dekranas di Jakarta. Sinergi lanjutan ini untuk mengembangkan potensi kain Gedog, yang digarap para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Kami terus memperkuat sinergi dalam rangka melindungi pengusaha tenun tradisional dari serbuan barang impor,” ujar Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, kepada suarabanyuurip.com dalam kunjunganya di Bumi Wali (sebutan lain Tuban), Rabu (19/7/2017).
Kedatangannya kedua di Tuban, sebagai lanjutan program yang dilaksanakan bulan Maret lalu. Hal ini dilakukan agar tenun tradisional tetap produktif dan terjaga kelestariannya sebagai warisan budaya.
Tenun tradisional harus dipertahankan dari gempuran tenun asing yang mulai banyak masuk ke pasar dalam negeri. Ini sangat penting untuk mempertahankan warisan budaya lokal.
Dekranas dan Kementerian Koperasi dan UKM menjalin sinergi untuk melakukan pelatihan SDM kerajinan tenun tradisional. Dekranas telah bergerak membina tenun tradisional khususnya di 6 sentra tenun di 6 provinsi, salah satunya tenun gedog Tuban.
Dekranas merupakan organisasi nirlaba tempat berhimpunnya penggiat industri kerajinan nasional. Sekaligus menjadi elemen penggerak industri kerajinan dalam menjalankan perannya.
Sebagai mitra pemerintah, Dekranas juga membina dan mengembangkan tradisi dan warisan budaya dalam menghasilkan kerajinan yang bermutu dan berdaya saing tinggi. Hanya saja saat ini pengrajin umumnya memiliki keterbatasan modal dan pemasaran.
Otomatis diperlukan sinergi untuk melakukan pembinaan dan pengembangan usaha UMKM pengrajin dalam hal pemasaran, manajemen, permodalan, peningkatan mutu dan pemanfaatan teknologi. Diharapkan pengrajin di Kabupaten Tuban bisa menangkap potensi yang ada dengan melaksanakan pelatihan sebaik-baiknya dan mempraktekkannya.
“Yang patut di banggakan pada bulan September 2017 nanti tenun gedok Tuban akan dijadikan percontohan dalam Rakernas Dekranas,” jelas Bintang.
Ketua Dekranasda Tuban, Qodiriyah Fathul Huda, mengharapkan, dalam pelatihan kedua ini akan lebih memantapkan para wirausaha baru dalam mengembangkan usahanya yang berbasis tekhnologi.
Istri Bupati Tuban ini berharap, peserta dapat menyerap materi semaksimal mungkin. Sekaligus dapat mengaplikasikan dalam pengembangan usahanya agar lebih meningkat lagi.
Terpenting dalam menghadapi MEA, para wirausaha mutlak harus dapat meningkatkan daya saingnya. Terutama dengan pemanfaatan tekhnologi.
Saat ini pelaku UMKM di Kabupaten Tuban tahun 2017 berjumlah 65.536 orang, Usaha mikro sebanyak 35.346 orang dan Koperasi sebanyak 1.303 unit. Jumlah sebanyak itu tentu belum bisa tersentuh pembinaan seluruhnya.
Tentunya diperlukan sinergitas dan bantuan dari Provinsi juga pusat, demi meningkatkan perekonomian di Kabupaten Tuban. Kerjasama yang telah berjalan dengan baik saat ini tidak berhenti, dan ada kelanjutannya dimasa mendatang.
Adapun dalam kesempatan kedua ini dilaksanakan beberapa pelatihan antara lain pelatihan vokasional tenun gedog, pelatihan peningkatan pemahaman perkoperasian bagi PPKL dan pelatihan technopreneur bagi wirausaha pemula.
Rangkaian kegiatan Sinergi Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional di Kabupaten Tuban dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 18 sampai 20 Juli 2017 bertempat di Hotel Mustika Tuban.(Aim)