SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad SampurnoÂ
Blora – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Blora, Jawa Tengah, soroti pelaksanaan Anggaran Pendapatan Asli Daerah (APBD) Blora Jawa Tengah. Pasalnya, memasuki bulan ke-7 tahun 2017 ini, Â serapan anggaran oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora yang masih rendah.
Sehingga, penetapan APBD 2017 yang dilakukan tepat waktu pada akhir 2016 lalu ternyata dipandang tidak berpengaruh dalam percepatan penyerapan anggaran dan pelaksanaan pembangunan.
“Kami minta Pemkab untuk melakukan evaluasi terkait penyerapan anggaran. Pasalnya hingga semester kedua tahun berjalan ini penyerapan anggarannya masih rendah khususnya di belanja modal dan belanja operasional. Dampaknya banyak proses pembangunan yang belum bisa dilaksanakan,†ungkap Wahono, anggota fraksi PPP.
Sementara, Bupati Blora, Djoko Nugroho, meminta maaf jika hingga saat ini penyerapan anggaran belum bisa maksimal. Menurutnya, minggu lalu Pemkab telah melaksanakan rapat koordinasi terkait evaluasi penyerapan anggaran.
Dirinya berjanji terus mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bisa segera melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan sehingga penyerapan bisa dilaksanakan secara maksimal.
Khusus untuk pembangunan yang memakai sistem lelang atau tender, dirinya menyadari bahwa tahun ini banyak proyek pembangunan yang belum bisa dilaksanakan karena proses lelangnya belum selesai. Ia meminta agar semua OPD bisa melakukan evaluasi dan mempercepat proses sesuai skala prioritas. (ams)